SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah berjuang keras meraih predikat tertinggi dalam ajang penilaian kota sehat tingkat nasional, yakni Swasti Saba. Setelah lolos verifikasi tingkat Provinsi Banten pada 2024, Tangsel kini menghadapi tahap verifikasi pusat bersama dua kota lain yaitu Cilegon dan Kota Tangerang.
“Hari ini dilakukan verifikasi untuk penilaian kota sehat oleh tim pusat, setelah kita lolos dari verifikasi di Provinsi Banten. Selain Tangsel, ada Cilegon dan Kota Tangerang. Ini untuk predikat tertinggi swasti saba untuk level tertinggi,” ujar Benyamin usai mengikuti zoom verifikasi Kota Sehat Tangsel tingkat Nasional 2026 di ruang Blandongan Puspemkot Tangsel, Kamis (21/8).
Benyamin menyampaikan bahwa seluruh jajaran telah bersiap menghadapi penilaian yang dilakukan oleh tim pusat. Kata Benyamin, poin-poin penilaian juga mengarah pada inovasi yang diberikan dalam membangun Kota sehat di Tangsel. Dimana, ngider sehat prima dan beberapa inovasi sudah lebih dahulu berjalan.
“Mudah-mudahan harapan saya predikat Swasti Saba itu bisa kita peroleh. Kemudian juga indikator yang pasti buat kami angka harapan hidup masyarakat yang terus kita tingkatkan 75,8 tahun angka harapan hidup, ini berarti seluruh infrastruktur kesehatan harus mendorong terhadap capain dan ini sudah ada di rancangan pembangunan jangka menengah daerah,” paparnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan bahwa target kota Tangsel kali ini adalah meraih predikat tertinggi dalam penilaian Kota Sehat. Ia juga menyebutkan bahwa ada sembilan tatanan yang menjadi indikator penilaian kota sehat, tidak hanya sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan, lingkungan, sosial, hingga kesiapsiagaan bencana.
“Jadi tatanan itu ada 9, tadi ada yang terkait pendidikan, terkait kesehatan, terkait indag, BPBD, Dinas sosial, Dinas Cipta Karya, yang pengampunya ya,” jelas Allin.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Rabu 9 September 2026, Cek Lokasinya
“Nah kalau yang sekarang, persyaratan untuk maju kota sehat itu harus 100% ODF dulu. Makanya kemarin kita nunggu ODF dulu kan? Itu loh yang bikin jaman open defecation free, atau bebas buang air besar sebarangnya. Nah itu harus 100% dulu, kita kan kemarin udah 100% baru bisa maju lagi tuh,” sambung Allin.
Saat ini, tim verifikator pusat memberi waktu 2×24 jam kepada Pemkot Tangsel untuk melakukan perbaikan dokumen. Terdapat beberapa perbedaan penilaian antara tim provinsi dan pusat yang perlu diselaraskan.
“Poin-poinnya sih itu sangat bisa disampaikan, hanya ini ada perbedaan persepsi saja. Jadi kayak tadi kan di provinsi kita dinilai 100, tapi begitu di pusat nilai kita 50. Atau yang tadinya nilai 50 jadi lebih ke persepsi saja sih. Lebih ke persepsi dari tim penilai, makanya nanti apa yang diminta oleh tim verifikator pusat, ya itu kita lengkapi,” ppungkasnya. (eko)
























