SATELITNEWS.COM,LEBAK—Rehabilitasi Alun-alun Rangkasbitung oleh Pemkab Lebak mulai digarap. Proyek dengan nilai Rp 5 miliar yang bersumber dari APBD Lebak 2025 itu ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.
Rehab alun-alun dicanangkan agar memberi manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Lebak dan menjadi salah satu ikon kota. Dinding pembatas tersebut dipasang untuk membatasi aktivitas warga dan menjaga keamanan selama proses pembangunan berlangsung. Sejumlah alat berat pun mulai terlihat di beberapa titik area proyek.
Penataan kawasan Alun-alun Rangkasbitung meliputi pembangunan fasilitas olahraga, taman bermain anak (playground), ruang ramah lansia dan difabel, serta lintasan jogging dan skatepark. Dengan penataan ini, alun-alun diharapkan menjadi ruang publik yang lebih nyaman, multifungsi, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Papan informasi proyek telah dipasang untuk memberikan keterangan kepada masyarakat mengenai durasi pembangunan dan pihak pelaksana proyek.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Yosep M. Holis menuturkan, pembangunan Alun-alun Rangkasbitung merupakan bagian dari program prioritas Bupati Lebak Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati, Amir Hamzah. “Di tahun pertama masa jabatan Hasbi-Amir, mereka fokus pada penataan wilayah perkotaan, terutama kawasan pusat kota seperti alun-alun,” kata Yosep, Kamis (28/8/2025).
Menurut Yosep, selain pembangunan alun-alun, pemerintah juga menargetkan pembenahan infrastruktur jalan di kawasan perkotaan. Hal ini dianggap penting untuk mendukung konektivitas antarwilayah serta memperlancar aktivitas masyarakat dan ekonomi lokal. “Pembangunan ini terintegrasi dalam rencana besar penataan wajah kota Rangkasbitung,” ucapnya.
Yosep juga menambahkan bahwa salah satu fokus ke depan adalah pemanfaatan Pasar Kandang Sapi atau Pasar Semi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah berupaya mengintegrasikan kawasan perdagangan dengan ruang terbuka publik seperti alun-alun untuk menciptakan pusat kegiatan masyarakat yang lebih hidup. “Pasar Kandang Sapi akan masuk dalam skema pengembangan kawasan urban dan pusat ekonomi rakyat,” tambahnya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Percepat Bangun Flyover Sudirman
Ia menilai, pembangunan Alun-alun Rangkasbitung tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga strategis dalam menciptakan ruang publik yang representatif. “Kita ingin alun-alun ini menjadi ruang interaksi sosial yang nyaman, modern, dan menjadi kebanggaan masyarakat Lebak,” tegas Yosep.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Pemerintah Kabupaten Lebak menegaskan komitmennya dalam membangun infrastruktur berbasis tata ruang yang ramah masyarakat. Seluruh proses pengerjaan akan diawasi secara ketat untuk memastikan proyek berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi.
Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Lebak Nurul Huda menyambut baik setiap program yang dicanangkan pemerintah daerah. Namun demikian, dirinya meminta penataan alun-alun Rangkasbitung harus mengutamakan kualitas agar bisa digunakan dalam waktu lama oleh masyarakat. “Saya harap itu (mengutamakan kualitas) jangan sampai proyek ini hanya sarat mengambil keuntungan. Kita akan awasai sebagai masyarakat,” tandasnya.(mulyana)
























