SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Pemerintah Provinsi Banten menargetkan pembangunan flyover di kawasan Pasar Serpong akan dimulai pada tahun 2028. Proyek tersebut mengharuskan adanya penambahan lahan sehingga akan dilakukan pembebasan pada 2027 mendatang.
“Kalau targetnya di RPJMD kita di 2028. Cuma nanti kita coba percepatan. 2028 baru mulai bangun, karena kita harus menjaga fiskalnya provinsi juga. Pembebasan mulai 2027,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Banten, Arlan Marzan saat ditemui di BLKI, Serpong, Selasa (9/9/2025).
Menurut Arlan, usulan pembangunan secara fisik telah diajukan oleh Gubernur Banten ke pemerintah pusat. Saat ini, fokus utama adalah penyelesaian masalah lahan, terutama karena proyek ini membutuhkan pelebaran jalan di sisi kanan dan kiri kawasan pasar.
“Sekarang kita lagi koordinasi berkaitan dengan lahannya sama fisiknya. Kalau fisiknya saya sudah coba usulin pak gubernur ke pusat dan sekarang tinggal lahannya. Kita kerjasama dengan Pemkot Tangsel juga,” katanya.
“Di kanan kirinya, karena kan nanti harus butuh pelebaran untuk flyovernya nanti. Untuk kakinya aja kurang lebih sekitar 10 meter,” sambungnya.
Arlan menjelaskan, koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah dilakukan, dan menurut Arlan, sudah mulai terlihat titik terang dari diskusi antara Gubernur Banten dengan Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR. Nantinya, panjang flyover diperkirakan 500 meter.
Baca Juga: Jumlah Hot Spot Turun, 50 Badan Usaha Disegel
“Kalau rencana kita sekitar 500 meteran. tinggal nanti kalau fisiknya kita lagi menentukan juga ke kementerian PUPR, kemarin pak gubernur sudah ngobrol diskusi dengan bu sekjen PU, ya ada titik terang lah. Kalau lahannya kita clear, langsung dibangun,” jelasnya.
Flyover Pasar Serpong diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut, terutama pada jam-jam ramai lalu lintas. (eko)
















