SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, belum bisa melakukan pemasangan ribuan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Penyebabnya karena, tender proyek pengadaan sarana tersebut dempat gagal dan harus dilakukan tender ulang.
Berdasarkan laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Provinsi Banten, pengadaan lampu PJU tersebut dibagi menjadi tiga dengan total anggaran Rp7,479 Miliar.
Ketiga paket pengadaan itu, diagendakan sudah melakukan tandatangan kontrak dibulan Agustus 2025, namun sampai pertengahan September ini belum dilakukan akibat dilakukan tender ulang.
Paket pertama, pengadaan dan pemasangan/ instalasai APJ/LPJU Stang Ornamen WKP I dengan pagu anggaran sebesar Rp1,780 Miliar.
Didalam paket pertama, ada sebanyak 300 unit PJU untuk beberapa ruas jalan, yaitu jalan Koronjo-Mauk 30 unit, Jenggot-Kronjo 30 unit, Curug-Legok-Parungpanjang 60 unit, Tiga Raksa-Malang Nengah 30 unit, Maja-Tiga Raksa 30 unit, Simpang Bitung-Curug 30 unit, Mauk-Teluknaga 30 unit, Cisauk-Jaha 30 unit, dan ruas jalan Serpong-Parung 30 unit.
Paket kedua, pengadaan dan pemasangan/instalasi APJ/LPJU stang ornamen WKP II debanyak 360 unit sebesar Rp2,136 Miliar. Dalam paket itu, ada beberapa ruas jalan yang akan dipasang PJU ditahun 2025 ini.
Baca Juga: Pemasangan Lampu PJU Diruas Jalan Provinsi Terhambat Evaluasi Anggaran
Yaitu, Jalan Ciruas-Petir 30 unit, Palina-Ps Teneng 30 unit, Baros-Petir 30 unit, Cikande-Garut-Kopo 30 unit, Gunungsari-Tanjung 30 unit, Nyapah-Silebu-Sentul 30 unit, Petir-Serang (simpang Boru-Dukuh Kawung) 30 unit, Terate-Banten Lama 30 unit, Taktakan-Gunungsari 60 unit, Banten Lama-Pontang 30 unit, Yumaga-KH Brigjen Syamun 30 unit.
Sedangkan paket ketiga, pengadaan dan pemasangan/ instalasai APJ/LPJU Stang Ornamen WKP III dengan pagu anggaran sebesar Rp3,561 miliar. Dalam paket ini, ruas jalan yang akan dipasang PJU sebanyak 600 unit tersebar dibeberapa ruas jalan, yaitu Saketi-Picung 30 unit, Picung-Malingping-Simpang 60 unit, Tanjunglesung-Sumur 60 unit, Mengger-Mandalawangi-Caringin 60 unit, Picung-Munjul 30 unit, Munjul-Panimbang 30 unit.
Kemudian ruas jalan Ciseukeut-Sobangcela 30 unit, Maja-Koleang 30 unit, Ciparay-Cikumpay 30 unit, Cibadak-Padasuka 30 unit, Sunan Kalijaga-Rangkasbitung 20 unit, Sumur-Tamanjaya 70 unit, Cimanying-Jiput 30 unit, Cipanas-Ciparay 30 unit, kemudian ruas jalan Bayah-Cikotok atau perbatasan Jawa Barat sebanyak 60 unit PJU.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengakui, adanya keterlambatan pelaksanaan pengerjaan pemasangan ribuan PJU terdebut. Hal itu, kata dia, terjadi karena beberapa hal atau persoalan, sehingga pelaksanaan sempat mengalami kendala sampai batal tender.
Namun, hal itu bisa segera terselesaikan dan proses tender bisa kembali dilakukan atau tender ulang.
“Sempat ada beberapa kendala, makanya ada keterlambatan. Kita lakukan tender ulang, sudah berjalan dan sedang dalam proses,” katanya, Selasa (16/9/2025).
Baca Juga: Kepung KP3B, Sopir Angkot Menuntut Trayek Bus Trans Banten Dievaluasi
Tri mengatakan, saat ini proses tender sedang dilakukan dan dalam waktu dekat akan segera terselesaikan. Artinya, kata dia, tidak lama lagi pemasangan ribuan PJU tersebut bisa dilakukan.
“Sekarang belum bisa dilakukan, lagi finalisasi hasil tender,” tandasnya.
Tri mengatakan, secara keseluruhan pihaknya memiliki tugas untuk melakukan pemasangan PJU sebanyak 18 ribu lebih. Hal itu, kata dia, akan dilakukan secara bertahap setiap tahunnya.
“Kbutuhan sesuai kewenangan Provinsi sekitar 18 ribu, sudah terpasang sekitar empat ribu. Sedangkan yang sudah dipasang kabupaten dan kota sekitar 1.000, secara bertahap sesuai alokasi anggaran,” ujarnya.
Sementara, Camat Saketi, Kabupaten Pandeglang, Muhadi mengaku, ada beberapa titik diruas jalan Provinsi Banten yang tidak dilengkapi dengan PJU. Kondisi itu kerap dikeluhkan masyarakat karena khwatir terjadi tindak kriminalitas atau kecelakaan lalu lintas.
“Di Saketi ada beberapa titik yang tidak ada PJU, tetapi kita sudah sampaikan kepada pihak terkait, semoga saja bisa segera direalisasikan. Soalnya banyak juga yang ngeluh,” imbuhnya. (adib)
























