SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang (Tangsel) akan menerapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di ruas Jalan Raya Puspitek, terutama pada jam sibuk. Diakui, penyebab macet dikarenakan luas jalan tak sebanding dengan tingginya mobilitas kendaraan.
“Kondisi ruas jalan sudah jenuh. Sehingga jika ada hambatan mengakibatkan kondisi lalu lintas makin jenuh atau macet makin parah,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (22/9).
Langkah ini diambil menyusul adanya kemacetan parah yang kerap terjadi pada pagi dan sore hari. Menurut Martha, banyak faktor lainnya yang menghambat aktivitas kendaraan di jalan tersebut.
“Banyak akses keluar masuk dari perumahan, sekolah-sekolah dan adanya kampus dan sekolah-sekolah yang langsung bersentuhan dengan ruas Jalan Puspiptek. Serta adanya pusat tarikan lainnya,” katanya.
Apalagi, lanjut Martha, banyak terdapat akses keluar masuk kendaraan yang jaraknya berdekatan mulai dari sektor bisnis ruko, cafe, hingga mall.
“Infrastruktur jalan masih terbatas hanya dua lajur untuk dua arah. Sedangkan volume sudah sangat jenuh saat sibuk dan dalam kondisi tertentu. Akses keluar masuk yang banyak dan sebagian besar masih terbatas baik dari lebar maupun geometriknya. Serta jaraknya yang berdekatan,” jelasnya.
Baca Juga: Dindikbud Tangsel Buka Ruang Kompromi, Dishub Kaji Amdal Lalin SMPN 25
Sebagai respons atas kondisi tersebut, Dishub Tangsel telah melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya penempatan petugas pengatur lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan seperti Simpang Parakan, Villa Pamulang, Permata Pamulang, Jalan H. Jamat Gg. Rais, Simpang Kodiklat, UNPAM, Simpang Victor, dan Simpang Jl. B.J. Habibie setiap pagi dan sore. Ke depan, skema rekayasa lalu lintas akan dilakukan guna mengurai kemacetan yang terjadi.
Sebagai informasi, warga dan pengendara yang melintasi Jalan Raya Puspiptek, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kerap mengeluhkan kemacetan parah yang terjadi setiap harinya. Apalagi, kepadatan arus lalu lintas terjadi pada pagi hari saat mobilisasi masyarakat tinggi.
Kemacetan dari arah Pamulang menuju Puspiptek dan Jalan Raya Ciater kerap mengular hingga ke depan kawasan Witanaharja, Jalan Raya Siliwangi. Situasi ini berdampak pada keterlambatan aktivitas warga, termasuk pegawai dan pelajar. (eko)























