SATELITNEWS.COM, SERANG – Puluhan atlet Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Serang, yang berlaga pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Arung Jeram R4 Open, tanpa dukungan bantuan anggaran dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
Kendatipun sudah mencoba komunikasi dengan Bupati Serang, namun sampai waktu pemberangkatan usaha itu tidak menuaikan hasil.
“Sudah komunikasi, tapi sampai sekarang enggak ada tindaklanjutnya,” kata ketua FAJI Kabupaten Serang, Lulu Jamaludin, Jumat (10/10/2025).
Mengingat pentingnya mengikuti kegiatan tersebut, akhirnya Lulu bersama rekan-rekan FAJI Kabupaten Serang iuran. Karena, selain sebagai ajang kompetisi, Kejurda juga merupakan wadah pembinaan atlet muda dan sarana promosi wisata arung jeram di Banten.
“Saya sudah komunikasi dengan KONI, tapi karena memang belum dianggarkan jadi enggak bisa,” tandasnya.
“Kami tunjukkan, bahwa arung jeram bukan sekadar olahraga ekstrem, tetapi juga sarana membangun karakter dan kerja sama tim,” tambah Lulu.
Baca Juga: Sampah Rumah Tangga Cemari Sungai Di Kota Serang, Relawan Usulkan Pemberlakuan Sanksi
Kejurda Arung Jeram R4 Open yang digelar di Sungai Cisadane, Ekowisata Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, mulai 10 hingga 12 Oktober 2025.
Kejurda yang diinisiasi oleh FAJI Kota Tangerang Selatan ini, merupakan penyelenggaraan pertama di daerah tersebut, dengan tema R4 Open Arung Jeram Kota Tangsel.
“Ajang ini menjadi momentum penting bagi para atlet arung jeram dari berbagai daerah di Banten untuk unjuk kemampuan sekaligus mempererat solidaritas antardaerah dalam mengembangkan olahraga arung jeram,” jelasnya.
Lulu mengaku, optimis dengan kondisi yang ada, penampilan para atlet yang akan berlaga bisa bertanding dengan baik. Pasalnya tim yang dikirimkan, telah menjalani latihan rutin dan persiapan matang.
“Semangat dan sportivitas menjadi kunci utama untuk membawa nama baik Kabupaten Serang di kejuaraan ini,” ujarnya.
Adapun atlet yang memperkuat FAJI Kabupaten Serang terdiri dari, Andrie, Fakih, Ade, Nazwa, Mursidi, Aldi, Aji, Bila, Alif, Rida, Milah, dan Ilham.
Baca Juga: Peringatan Hari Relawan Minim Perhatian, Lulu: Eksistensi Relawan Tak Terukur Dengan Materi
Mereka akan turun di kelas R4, dengan menghadapi arus Sungai Cisadane yang dikenal menantang, namun menampilkan keindahan alam Ekowisata Keranggan. (luthfi)





















