SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Kenaikan harga emas yang terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir tak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli logam mulia. Di Pasar Anyar, Kota Tangerang, sejumlah toko emas tetap ramai dikunjungi pembeli, baik yang berbelanja untuk kebutuhan investasi maupun sekadar mengganti perhiasan lama dengan model baru.
Salah satu pengunjung, Sisil mengaku tetap rutin membeli emas meskipun harga kini menembus hampir Rp2 juta per gram. “Tadi aku beli anting, cuma 0,9 gram, harganya hampir Rp2 juta,” katanya sambil tersenyum kecil saat ditemui usai bertransaksi.
“Sekarang emas lagi naik, jadi ya meskipun kecil, tetap terasa mahal.” ujarnya saat ditemui di salah satu toko emas kawasan Pasar Anyar.
Menurut Sisil, kenaikan harga emas kali ini cukup signifikan. Ia membandingkan dengan kondisi beberapa waktu lalu, ketika harga emas putih masih di kisaran Rp1,5 juta per gram. Kini, harga mendekati Rp2 juta, bahkan untuk ukuran di bawah satu gram. “Naiknya lumayan gede, sih. Tapi ya namanya emas, selalu ada nilainya,” ujarnya.
Meski harga tengah melambung, Sisil justru tak menganggap hal itu sebagai hambatan. Ia mengaku rutin membeli emas, bukan sekadar untuk gaya, tetapi sebagai bentuk investasi jangka panjang.
“Kalau saya sih, belinya untuk tabungan aja,” katanya. “Daripada disimpan uangnya, mending disimpan dalam bentuk emas. Lebih menjanjikan.”
Baca Juga: Melambung, Harga Emas di Lebak Tembus Rp 1,96 Juta
Ia menuturkan, kebiasaannya membeli emas sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Setiap kali menerima gaji, ia menyisihkan sebagian untuk membeli 1–2 gram emas, tergantung kondisi keuangan.
“Kadang kalau lagi ada lebih, bisa sampai 5 atau 10 gram,” tambahnya. “Tergantung lagi ada uangnya aja.”
Bagi Sisil, emas bukan sekadar perhiasan untuk mempercantik diri, tetapi juga aset yang mudah dicairkan ketika dibutuhkan. Ia memilih menyimpan emas dibanding menabung dalam bentuk uang tunai karena nilainya cenderung stabil bahkan meningkat dari waktu ke waktu.
Kendati harga emas mengalami fluktuasi, Sisil tetap berkomitmen untuk terus menambah simpanan emasnya. “Kalau naik banget, saya enggak jual juga,” ujarnya. “Justru kalau naik, saya jadi mikir ‘wah, berarti bakal naik lagi nih ke depannya.’ Kalau turun dikit, ya malah beli.”
Ia menilai, kebiasaan membeli emas secara rutin bisa menjadi strategi menabung yang efektif, terutama bagi masyarakat pekerja muda. “Kalau saya kan mainnya di emas, jadi ya simpanannya di emas aja,” katanya.
Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa tren model perhiasan turut memengaruhi keputusannya membeli emas. “Kadang enggak mikirin harga naik atau turun, soalnya modelnya bagus-bagus. Kalau lagi ada yang cocok, ya tukar aja,” katanya sambil tertawa kecil.
Baca Juga: Harga Emas Makin Berkilau
Kenaikan harga emas dalam beberapa bulan terakhir memang menarik perhatian banyak konsumen di Kota Tangerang. Sejumlah toko emas di kawasan Pasar Anyar mengaku penjualan tetap stabil, bahkan meningkat untuk jenis perhiasan berukuran kecil seperti cincin dan anting.
Menurut pengamat ekonomi, tren ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya investasi yang aman dan mudah diakses. Emas, yang dikenal tahan terhadap inflasi dan fluktuasi ekonomi global, kembali menjadi pilihan utama bagi kalangan menengah, terutama perempuan pekerja seperti Sisil.
Bagi Sisil sendiri, kenaikan harga bukanlah hal yang menakutkan. “Ya, kalau naik berarti nilai tabungan saya juga ikut naik,” ujarnya dengan nada optimis. “Yang penting tetap nyicil, walaupun sedikit.”
Di tengah gemerlap toko-toko emas Pasar Anyar, semangat Sisil menggambarkan keyakinan banyak warga Kota Tangerang: bahwa di balik kilaunya perhiasan, tersimpan harapan untuk masa depan yang lebih aman dan bernilai. (mg01)
























