SATELITNEWS.COM, LEBAK—Menutup akhir September 2025 harga emas di Kabupaten Lebak tembus Rp1,96 juta per gram, Minggu (28/9/2025). Harga ini tergolong mahal.
Meski begitu, minat masyarakat untuk membeli investasi perhiasan itu tetap tinggi. Bahkan banyak warga yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menyimpan kekayaan dalam bentuk logam mulia.
Terpantau di sejumlah toko-toko emas di Pasar Tradisional Rangkasbitung dipadati pembeli. Warga datang tidak hanya menjual emas, tetapi juga membeli perhiasan meski harga sedang melambung tinggi. Berdasarkan alasan mereka, membeli perhiasan emas tidak akan rugi sebagai aset termudah ketika akan dijual kembali untuk menutupi kebutuhan.
Ratna (29) salah satunya. Warga Kecamatan Cipanas, mengatakan, emas yang dibelinya selain untuk mempercantik diri juga sebagai instrumen investasi. “Beli emas perhiasan, buat disimpan sama dipakai juga, ya nabung-nabung gitu lah,”ujar Ratna.
Ratna mengaku rutin membeli emas, khususnya emas untuk tabungan jangka panjang. Sebab kata dia, harga Emas tidak akan jauh beda ketika dijual kembali bahkan bisa lebih tinggi. Dia pun membandikan investasi emas dengan investasi lainnya seperti kendaraan. Selain harga yang tidak merosot, investasi emas tidak akan merugi lantaran tidak akan rusak seperti kendaraan.
“Orang tua suka ngajari kalau mau investasi lebih baik beli emas dari pada kendaraan. Karena harganya kalau emas tidak akan turun bahkan bisa naik. Tapi lihat harganya agak kaget juga sih ya,karena harganya naik, tapi saya tetap beli untuk simpanan,” tambahnya.
Baca Juga: Harga Emas Melonjak, Warga Pilih Menabung Perhiasan
Sementara pedagang emas di Pasar Rangkasbitung Yudha membenarkan adanya kenaikan harga emas. Menurutnya, harga emas 24 karat saat ini berada pada kisaran Rp1,96 juta per gram untuk pembelian, sedangkan harga pembelian kembali (buyback) sekitar Rp1,90 juta per gram. “Kenaikan harga emas ini sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu, sekarang ini Rp1,96 juta. Dari sebelumnya itu Rp1,94 ya, tapi naiknya bertahap,” jelasnya.
Ia menyebutkan, bahwa harga emas perhiasan naik sekitar Rp50 ribu-Rp 60 ribu per gram selama sepekan terakhir. “Meski harga naik, daya beli masyarakat relatif stabil. Emas masih dianggap investasi yang aman,” ujarnya.
Dia menambahkan, kenaikan harga emas di Lebak ini sejalan dengan tren kenaikan harga emas global. “Kalau kondisi seperti ini, kadang ada yang jual, tapi yang beli juga banyak. Seimbang sih sesuai kebutuhan, namanya emas kan investasi,” pungkasnya. (mulyana)
























