SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang menggelar acara Bussiness Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) tahun 2025, dalam Pameran Produk Dalam Negeri bertajuk “Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri Kabupaten Tangerang”, bertempat di TOS Hotel dan Convention Hotel Tangerang, Kecamatan Kelapa Dua, Senin (20/10/2025).
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, yang membuka acara, secara tegas mengajak semua pihak untuk mendukung produk lokal, terutama yang sudah bersertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Tadi saya kunjungi, semuanya ini industrinya ada di Kabupaten Tangerang. Kalau memang kualitasnya bagus, sudah mendapat sertifikasi TKDN, seyogianya lah kita sebagai warga Kabupaten turut serta membantu menggunakan produk-produk yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujar Wakil Bupati Intan.
Intan juga mendorong para pengusaha yang produknya belum masuk ke e-katalog Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera mendaftar. Hal ini penting agar pemerintah daerah dapat berpartisipasi aktif dalam mendukung produk dalam negeri.
Menurut Intan, program P3DN merupakan peluang strategis untuk meningkatkan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan kontribusinya terhadap ekonomi nasional. Melalui program ini, pemerintah berupaya mendorong masyarakat agar lebih banyak menggunakan produk dalam negeri demi menumbuhkan kemandirian bangsa dan meningkatkan peran Indonesia dalam rantai pasok global.

“Pelaksanaan program P3DN ini sebagai ujung nyata membangkitkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia dalam mencintai dan menggunakan produk dalam negeri,” tegasnya.
Baca Juga: Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga
Salah satu bentuk nyatanya adalah mewajibkan instansi pemerintah memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa yang dibiayai APBN dan APBD, selama kualitasnya memenuhi syarat.
Tangerang Kota Seribu Industri
Kabupaten Tangerang disebutnya terkenal sebagai kota seribu industri. Dengan luas 959,6 km persegi, 29 kecamatan, 246 desa, 28 kelurahan, dan 3,5 juta jiwa penduduk, Kabupaten Tangerang memiliki 11 kawasan industri berizin, seperti Kawasan Laksana Bisnis Park, Kawasan Industri dan Pergudangan Cikupa Mas dan lainnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SINAS) triwulan III tahun 2025, tercatat ada 3.164 perusahaan industri di Kabupaten Tangerang. Rinciannya, 1.008 industri besar, 348 industri menengah, 1.060 industri kecil, dan 748 perusahaan yang belum masuk klasifikasi. Sepuluh besar industri didominasi oleh industri karet, barang dari karet dan plastik, bahan kimia, bahan logam, bahan makanan, dan peralatan listrik.
Mengingat masih banyak pelaku industri yang belum terdata, Intan mendorong agar para pelaku industri segera melakukan registrasi akun SINAS.
“Acara business matching P3DN 2025 ini bertujuan mempertemukan instansi pemerintah (pengguna PDN) dengan pelaku usaha industri dalam negeri. Tujuannya adalah memberdayakan industri domestik, memperkuat struktur industri nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan mendorong implementasi penyerapan produk dalam negeri,” ungkapnya.
Baca Juga: 48 Jam Pabrik Plastik di Balaraja Tangerang Terbakar, 33 KK Diungsikan

Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) disebut sebagai peluang strategis untuk memperkuat struktur industri nasional. Hal ini disampaikan Ketua Panitia acara Business Matching P3DN 2025, yang juga Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih.
Menurut Resmiyati, P3DN adalah salah satu jalan untuk meningkatkan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan kontribusinya terhadap ekonomi nasional.
“Melalui Program P3DN, Pemerintah berupaya untuk mendorong masyarakat agar lebih banyak menggunakan produk dalam negeri guna menumbuhkan kemandirian bangsa dan meningkatkan peran Indonesia dalam rantai suplai global,” ujar Resmiyati dalam sambutannya.
Ia menambahkan, pelaksanaan P3DN adalah wujud nyata membangkitkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia dalam mencintai dan menggunakan produk dalam negeri. Salah satu bentuk implementasinya adalah kewajiban bagi instansi pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa yang dibiayai APBN/APBD.
Tujuan Utama: Serapan Produk Unggulan Lokal
Resmiyati menjelaskan, kegiatan business matching ini memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, mendorong penyerapan produk lokal: terutama produk unggulan hasil produksi di Kabupaten Tangerang. Kedua, mengoptimalkan belanja pemerintah: mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang agar berbelanja melalui E-Katalog dan memastikan pengadaan barang/jasa pemerintah menggunakan produk lokal sebanyak mungkin. Ketiga, memperkuat ekonomi lokal: mempertemukan pelaku usaha lokal/IKM dengan instansi pemerintah dan pengguna produk, sehingga usaha kecil menengah dapat tumbuh, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas pasar.

Lanjutnya, keempat, mengurangi ketergantungan impor: menekan ketergantungan kepada produk luar negeri. Kelima, meningkatkan kualitas dan daya saing: memberi ruang bagi pelaku usaha untuk bersanding, belajar, dan berkolaborasi agar produknya bisa bersaing di tingkat nasional maupun global.
Kelima, mendorong sinergi dan nasionalisme: menciptakan kolaborasi antara pemerintah (kabupaten, provinsi, pusat) dengan pelaku usaha, sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme serta kecintaan terhadap produk buatan Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh ini diisi dengan berbagai agenda penting, meliputi Talk Show dengan narasumber dari Kepala Pusat P3DN Kementerian Perindustrian RI, Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa dan LPSE Setda Provinsi Banten, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten. Acara talk show juga dipandu oleh akademisi Prof. Erman Anom, dari Perguruan Tinggi Esa Unggul Jakarta. Adda juga Pertunjukan Seni Budaya Kabupaten Tangerang dan Special Performance dari Bobby Al Mahbub, Pameran Industri Kecil dan Menengah (IKM), Pelayanan Coaching Clinic TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) bagi industri kecil, serta pelayanan bagi perusahaan yang belum menyampaikan Laporan Triwulan tahun berjalan dalam aplikasi SINAS.
“Acara ini dihadiri oleh 20 Perangkat Daerah Kabupaten Tangerang, 11 Pengelola Kawasan Industri, dan 140 Pelaku Usaha Industri. Sebanyak 15 perusahaan turut berpartisipasi memamerkan produk mereka dalam Pameran P3DN,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara ini Inspektur Kabupaten Tangerang Tini Wartini, Kepala DPMPD Yayat Rohiman, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Muchamad Solehudin, Sekretaris DTRB Erni, dan lainnya. (aditya)
























