SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Sebuah pabrik biji plastik di Kampung Kemuning, Kelurahan Babakan, Kecamatan Legok, ludes dilalap api pada Minggu (19/10) sekitar pukul 14.38 WIB. Kebakaran ini diduga kuat akibat korsleting atau overhead pada mesin produksi. Pemilik pabrik diperkirakan menderita kerugian hingga Rp1,2 Miliar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, membenarkan pihaknya menerima laporan kebakaran yang menimpa pabrik biji plastik di Kecamatan Legok tersebut pada Minggu siang.
“Mendapatkan laporan tersebut, kami langsung menerjunkan 30 personel, untuk memadamkan api yang membakar pabrik biji plastik tersebut,” kata Achmad Taufik kepada Satelit News, Minggu (19/10).
Taufik melanjutkan, personel yang diterjunkan berasal dari Mako Curug, Pos Kelapa Dua, Pos Tigaraksa, Pos BSD, dan Pos Legok. Selain 30 personel, pihaknya juga mengerahkan 7 unit pompa air untuk memadamkan api, dibantu pula oleh PT LG.
“Selain 30 personel, kita juga terjunkan 7 unit pompa, dibantu oleh PT LG juga,” katanya.
Setelah berjibaku kurang lebih selama dua jam, petugas Damkar yang dibantu masyarakat sekitar akhirnya berhasil menjinakkan api yang membakar habis pabrik tersebut. Menurut Taufik, berdasarkan keterangan beberapa saksi, penyebab utama kebakaran adalah korsleting pada mesin produksi atau terjadinya overhead (panas berlebih).
Baca Juga: Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi
“Setelah dua jam, api mulai berhasil dijinakkan. Dugaan sementara akibat mesin produksi yang overhead,” katanya.
Saat disinggung mengenai kerugian, Taufik mengaku belum bisa memastikannya, namun estimasi sementara kerugian yang dialami pihak pabrik ditaksir mencapai Rp1,2 miliar. Ia juga memastikan, tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
“Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp1,2 miliar. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa ataupun luka,” ucapnya. (alfian/aditya)
























