SATELITNEWS.COM, TANGERANG–PSV Eindhoven menghajar Napoli 6-2 di matchday ketiga Liga Champions musim ini. Tiga gol tuan rumah tercipta usai lawan bermain dengan 10 orang.
Bertanding di Philips Stadium, Rabu (22/10/2025) dini hari WIB, Napoli sebetulnya unggul lebih dulu di menit ke-31 usai Scott McTominay menanduk umpan silang Leonardo Spinazzola untuk membobol gawang Matej Kovar.
Namun PSV membalikkan keadaan usai mencetak dua gol di menit ke-35 dan 38. Gol pengimbang hadir usai sundulan Alessandro Buongiorno yang bermaksud menyapu umpan silang Guus Til malah masuk ke gawang sendiri. Lalu Ismael Saibari menuntaskan serangan balik yang dibangun Til untuk mencetak gol kedua.
Pada babak kedua, Dennis Man membawa PSV unggul 3-1 usai menuntaskan umpan silang pendek dari Mauro Junior di dalam kotak penalti. Bencana berikutnya hadir untuk Napoli usai Lorenzo Lucca mendapat kartu merah di menit ke-76 karena memprotes keras wasit Daniel Siebert dalam sebuah situasi di kotak penalti PSV.
PSV lalu memanfaatkan keunggulan pemain dengan mencetak gol keempat di menit ke-80. Man kembali membobol gawang Napoli lewat tembakan jarak jauh dari tepi kanan kotak penalti.
McTominay sempat menipiskan jarak di menit ke-86 usai tandukannya yang menyambut sepak pojok David Neres kembali membobol gawang PSV. Namun tuan rumah kembali mencetak gol semenit berselang lewat Ricardo Pepi yang menuntaskan umpan silang Couhaib Driouech.
Nama terakhir lalu menutup pesta gol PSV dengan skor 6-2 lewat golnya di menit ke-89. Pemain berdarah Maroko itu menuntaskan Pepi dengan tembakan lambung dari tepi kotak penalti Napoli tanpa bisa dihalau kiper Vanja Milinkovic-Savic.
Dengan kemenangan ini, PSV naik ke peringkat 11 dengan empat poin. Sedangkan Napoli yang menelan kekalahan kedua turun ke posisi 22 dengan tiga poin.
Kekalahan Napoli dari PSV Eindhoven di matchday ketiga Liga Champions musim ini tak cuma memberikan noda buruk bagi skuad berjuluk Partenopei tersebut, namun juga untuk perjalanan karier sang pelatih, yakni Antonio Conte.
Situs Opta mencatat bahwa ini menjadi kekalahan terbesar Napoli sepanjang sejarah berkiprah di kancah Eropa. Adapun terakhir kali mereka kebobolan enam gol terjadi pada 1997 di Serie A saat kalah 3-6 dari Sampdoria.
“Inilah level Liga Champions. Kami tidak boleh mengeluh. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi kami tahu musim ini akan membutuhkan perjuangan yang berat, jadi kami harus siap untuk mengerahkan upaya itu,” ujar Conte usai laga kepada Sky Sport Italia.
“Saya melihat para pemain ini setiap hari, dan ketika saya mencoba menenangkan diri, saya tidak mencari-cari alasan. Itu karena saya bisa melihat hal-hal yang menunjukkan bahwa musim ini akan rumit.”
“Kami tak boleh putus asa, kami semua harus mencoba menciptakan kembali semangat juang yang kami miliki musim lalu, meskipun mengetahui ada sembilan wajah baru di tim. Itu membutuhkan waktu untuk menciptakan koneksi itu,” tegas Conte, yang membawa Napoli meraih scudetto musim lalu.
Bagi Conte, ini juga menjadi kekalahan terbesar baginya selama berkarier sebagai pelatih. Ia juga diketahui tak memiliki rekor mentereng di Liga Champions meski dulu pernah juara sebagai pemain.
Capaian terbaiknya yakni mencapai perempatfinal musim 2012-13 bersama Juventus sebelum dihentikan Bayern Munich yang keluar sebagai juara di musim itu. Lalu ia hanya sampai 16 besar saat menangani Chelsea dan Tottenham Hotspur serta terhenti di fase grup saat melatiih Inter Milan.
Total, sejauh ini Conte cuma meraih 16 kemenangan dari 45 laga, dengan 14 laga berakhir seri dan 15 lainnya berujung kekalahan. (dm)