SATELITNEWS.COM, JAKARTA — Seorang Warga Negara Asing (WNA) menjalani isolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta, setelah diduga memiliki riwayat kontak dengan pasien hantavirus di kapal pesiar MV Hondius.
Pemerintah memastikan langkah ini merupakan bagian dari pemantauan ketat, sekaligus menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena hantavirus tidak mudah menular antarmanusia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, Indonesia menerima informasi dari Pemerintah Inggris pada 7 Mei 2026 terkait seorang WNA yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif hantavirus di kapal tersebut.
Berdasarkan informasi itu, pemerintah segera melakukan pelacakan karena yang bersangkutan diketahui berada di Jakarta Pusat.
Setelah berhasil diidentifikasi, WNA berinisial KE itu kemudian dirujuk dan menjalani isolasi di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk observasi selama masa inkubasi.
Meski hasil tes awal menunjukkan negatif hantavirus, pasien tetap dipantau secara ketat sebagai langkah kehati-hatian.
“Kami akan pantau sampai benar-benar yakin dan bisa dipastikan yang bersangkutan sudah aman,” ujar Menkes dalam keterangannya.
Pemerintah menetapkan masa observasi selama 14 hari sejak 8 Mei 2026. Hingga saat ini, seluruh kontak erat yang telah diperiksa juga dilaporkan menunjukkan hasil negatif.
Menkes menegaskan, hantavirus memiliki karakter berbeda dengan Covid-19 karena tidak menular secara mudah antarmanusia.
Penularan, kata dia, sebagian besar terjadi melalui paparan tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi. “99 persen penularan hantavirus terjadi melalui tikus, bukan antarmanusia,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan, varian hantavirus yang ditemukan di Indonesia merupakan tipe Asia dengan tingkat fatalitas sekitar 5 hingga 15 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibanding varian Andes di Amerika Selatan yang dapat menyebabkan kematian hingga 50–60 persen.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus, baik di rumah, tempat usaha, maupun fasilitas umum.
“Kalau ada yang terdeteksi, bisa segera ditangani di rumah sakit yang sudah memahami penanganannya,” kata Menkes.
Pemerintah juga menilai pengalaman penanganan pandemi Covid-19 telah meningkatkan kesiapsiagaan sistem kesehatan nasional dalam mendeteksi dan merespons penyakit menular, termasuk melalui kerja sama internasional yang lebih cepat dan terkoordinasi. (rm)
