SATELITNEWS.COM, LEBAK – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menutup secara permanen perlintasan sebidang di kawasan Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Penutupan ini merupakan bagian dari proses peningkatan fasilitas di Stasiun Rangkasbitung.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jakarta, Ferdian Suryo Adhi, mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menata kawasan sekaligus mengantisipasi potensi kecelakaan dan mengurai kemacetan di sekitar pasar.
“Penutupan perlintasan sebidang ini juga bersamaan dengan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di area stasiun. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi kereta api,” jelas Ferdian, Jumat (24/10/2025).
Menurut Ferdian, penutupan akan dilakukan bersamaan dengan pemberlakuan Stasiun Ultimate Rangkasbitung, yakni sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru 2025. “Penutupan itu bersifat permanen,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari program nasional untuk mengurangi titik rawan kecelakaan di jalur kereta api. “Tujuannya sejalan dengan amanat undang-undang, yaitu menutup atau mengurangi jumlah perlintasan sebidang,” katanya.
Ferdian menegaskan, keputusan itu bukan sepihak. Penutupan telah melalui pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Lebak dan seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: KAI Ambil Alih 7 Perlintasan Tanpa Palang di Lebak
“Perlintasan sebidang di Pasar Rangkasbitung sudah pasti akan ditutup permanen. Keputusan ini hasil rapat koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta unsur keamanan,” ujarnya.
Sebagai alternatif, PT KAI tengah membangun JPO di Stasiun Rangkasbitung agar pejalan kaki tetap dapat melintas dengan aman tanpa mengganggu jalur kereta. “Dengan adanya JPO ini, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang rel secara langsung. Keamanan lebih terjamin, dan lalu lintas di sekitar pasar akan lebih tertata,” pungkasnya. (mulyana)


















