SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mencatat, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang menjadi daerah terkena virus flu burung. Akibat hal itu, ratusan unggas di dua lokasi tersebut mati mendadak.
Kepala Bidang (Kabid) pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Provinsi Banten, Ari Mardiana mengatakan, selama tahun 2025 pihaknya mencatat ada enam kejadian penyebaran virus flu burung di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
Di Kabupaten Lebak, kata dia, penyebaran virus itu terjadi di Desa Kadujajar, Kecamatan Malingping, pada 31 Januari dan menyebabkan 40 puyuh mati. Kemudian di Desa Sukamekarsaei, Kecamatan Kalanganyar, pada 6 Januari dan menyebabkan lima ekor ayam mati.
Sedangkan di Kabupaten Pandeglang, penyebaran virus flu burung terjadi di Desa Tarumanegara, Kecamatan Cigeulis dan menyebabkan 200 ekor ayam kampung mati pada 24 Januari. Kemudian di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis menyebabkan 170 ekor ayam kampung mati pada 17 Januari.
Selanjutnya di Desa Cisureuheun, Kecamatan Cigeulis menyebabkan 120 ekor ayam kampung mati ditanggal 17 Januari.
“Ini om disistem ISIKHNAS kami, di Lebak ada, tapi sama di bulan Januari. Kejadiannya ada di Lebak dan Pandeglang,” katanya, Senin (3/11/2025).
Baca Juga: Korsleting Listrik, 1 Rumah di Cimanuk Pandeglang Ludes Terbakar
Ari mengaku, di awal tahun kemarin pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat di daerah Cigeulis, Kabupaten Pandeglang bahwa ada beberapa unggas pekarangan yang mati mendadak. Terkait hal itu, pihaknya sudah melaksanakan pengambilan sampel dan pemeriksaan laboratorium dengan hasil posiitif Avian influenza.
“Menindaklanjuti hasil tersebut, tim kesehatan hewan Kabupaten Pandeglang bersama Provinsi Banten dan unsur dari muspika dan perangkat desa juga toko masyarakat melakukan langkah-langkah pencegahan pengendalian dan pemberantasan penyakit, dengan bersama-sama melakukan KIE kepada warga sekitar melakukan disinfeksi lingkungan sekitar pembakaran dan penguburan bangkai ayam sebagai upaya pencegahan penularan dari hewan ke hewan yang sehat lainnya,” paparnya.
“Kemudian tim kesehatan hewan juga, melakukan pelaporan melalui Aplikasi isiknas yaitu aplikasi sistem informasi kesehatan hewan nasional sehingga daerah tersebut selalu dipantau untuk kemudian hari,” sambungnya.
Ari mengatakan, untuk pencegahan penyakit flu burung atau Avian influenza pada ayam atau ternak unggas, pihaknya terus melaksanakan komunikasi informasi edukasi (KIE) dalam rangka pencegahan dan pengendalian flu burung.
“Selain itu kami juga rutin melaksanakan pengambilan sampel di beberapa daerah lain guna memantau Apakah ada gejala flu burung atau tidak,” pungkasnya.
Ari mengajak kepada masyarakat atau peternak unggas, agar lebih waspada, karena penyebaran virus tersebut rentan terjadi ketika peralihan musim dari kemarau ke musim hujan, serta puncaknya dimusim penghujan.
Baca Juga: Andra Soni: Irigasi Cisata Pandeglang Tingkatkan Produktivitas Petani
“Memang kalau misalnya bulan-bulan dengan curah hujan tinggi dan lembab biasanya ada kenaikan kasus penyakit pada hewan, nah di awal tahun kemarin mungkin juga sama curah hujannya lagi tinggi dan kelembabannya lagi tinggi sehingga ada sebagian kasus,” ucapnya.
“Rencananya di akhir November nanti kami pun akan membuat surat edaran tentang kewaspadaan dini terhadap penyakit menular hewan strategis supaya hal yang terjadi di awal tahun tidak terjadi lagi di sisa tahun ini,” timpalnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskeswan Pandeglang Ade Setiawan mengatakan, pihaknya telah menangani penyebaran virus flu burung diawal tahun 2025 lalu. Saat ini, pihaknya telah berupaya untuk melakukan pencegahan virus tersebut kembali menyerang unggas di Pandeglang.
“Awal tahun kita pernah mengalami itu, dan cepat kita tangani. Sekarang kita berupaya agar virus itu tidak lagi menyerang. Salah satunya dengan memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat,” imbuhnya. (adib)
























