SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Kasus dugaan perundungan yang menimpa siswa SMP Negeri 19 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial MH (13) menyedot perhatian publik. Bagaimana tidak, siswa kelas VII itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama sepekan akibat perundungan tersebut.
Wakil Ketua DPRD Tangsel, Wanto Sugito menegaskan bahwa fenomena ini sudah masuk kategori darurat dan membutuhkan langkah tegas dari seluruh pihak, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel.
“Kami sangat prihatin. Ini alarm serius untuk dunia pendidikan kita. Ketika anak-anak merasa tidak aman di lingkungan sekolah, maka ada yang harus segera dibenahi,” ujar Wanto saat dikonfirmasi, Rabu (19/11).
Wanto menuturkan, pemerintah daerah khususnya Dindikbud perlu mengambil tindakan lebih konkret dan sistematis dalam pencegahan maupun penanganan bullying.
“Tidak bisa lagi sekadar imbauan. Kita butuh SOP yang jelas, mekanisme pelaporan yang cepat, dan intervensi psikologis yang terukur. Pemkot harus hadir, bukan hanya reaktif setelah kasus viral,” tegasnya.
Wanto juga mendukung apabila adanya wacana pembentukan Satgas Penanganan Bullying di tingkat sekolah. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan setiap kejadian bisa ditangani sejak dini.
Baca Juga: Minimnya Retribusi Sampah Disorot DPRD Tangsel, Ini Kata Benyamin Davnie
“Satgas di sekolah itu penting. Ada guru, konselor, orang tua, dan unsur siswa yang bisa langsung merespons bila ada indikasi bullying. Jangan nunggu jadi besar lalu heboh di sosial media,” kata Ketua DPC PDIP Tangsel itu.
Dirinya mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap bullying sebagai kenakalan biasa atau bagian dari proses tumbuh kembang. “Ini bukan sekadar bercanda yang kebablasan. Dampaknya bisa panjang, bahkan traumatis. Kita harus tegas, tapi juga mendidik. Lingkungan pendidikan harus memanusiakan anak-anak kita,” katanya.
Ia menegaskan DPRD Tangsel akan terus memantau perkembangan kasus-kasus yang terjadi dan berkoordinasi dengan Pemkot untuk memastikan perbaikan kebijakan berjalan nyata.
Sebagai informasi, seorang siswa SMPN 19 Tangsel berinisial MH (13) diduga menjadi korban tindakan bullying oleh teman sekelasnya. Akibat kekerasan fisik yang dialaminya, MH sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, karena mengalami gangguan saraf dan kelumpuhan sebagian tubuh.
MH pun dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan rumah sakit, pada Minggu (16/11/2025) sekira pukul 07.00 WIB.
Peristiwa dugaan penganiayaan tragis ini terjadi pada Senin, 20 Oktober 2025, di ruang kelas saat jam istirahat. Menurut keterangan keluarga, MH dipukul menggunakan bangku besi di bagian kepala oleh teman sekelasnya. Akibat pukulan keras tersebut, kondisi korban langsung menurun drastis. (eko)
Baca Juga: Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK



















