SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 8,62 triliun. Jumlah itu merosot dari rancangan APBD yang. mencapai Rp 9,11 triliun.
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengatakan, setelah dilakukan musyawarah yang panjang, dengan menyimak, mendengar, memperhatikan secara seksama mengenai rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah, bersama DPRD, TAPD yang sebelumnya direncanakan atau dalam RAPBD sebesar Rp 9,11 Triliun, kini resmi APBD 2026 ditetapkan sebesar Rp 8,62 Triliun, karena adanya kebijakan Pemerintah Pusat yang mengharuskan untuk dilakukannya efisiensi anggaran.
”Sebelum pembahasan, direncanakan sebesar Rp 9,11 triliun. Namun, setelah pembahasan berubah menjadi Rp 8,62 Triliun, berkurang 5,34 persen, ” kata Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, Senin (24/11).
Lanjut Intan, meskipun adanya pemangkasan dana transfer, Pemerintah Kabupaten Tangerang tetap akan memprioritaskan program-program unggulan, terutama yang menyangkut langsung dengan masyarakat. Salah satunya, dalam bidang pendidikan. Di tahun 2026 kuota beasiswa untuk S1 tetap ditambah dua kali lipat dari tahun 2025, dan kuota sekolah swasta gratis pun tetap ditambah dibandingkan 2025 ini.
”Meskipun ada kebijakan efisiensi, bidang pendidikan tetap harus diperhatikan. Ini merupakan, komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM), ” kata Intan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja menjelaskan, bahwa kuota beasiswa S1 yang semula ditahun 2025 hanya sebanyak 235, kini telah ditambahkan menjadi 650 kuota dengan anggaran sebesar Rp 30 miliar.
”Untuk beasiswa, kita tambah. Dari semula hanya 235 kuota menjadi 650 kuota,” katanya.
Lanjut Soma, lalu untuk sekolah swasta gratis, dari total sebanyak 21.646 kuota, menjadi 41.664 kuota yang terdiri dari SD dan SMP. Menurut Soma, hal ini menunjukkan keseriusan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam berinvestasi di bidang sumber daya manusia (SDM). Karena, untuk menciptakan daerah yang maju haris dibarengi dengan kualitas masyarakatnya.
”Disinilah peran Pemerintah Kabupaten, hadir dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Karena, pendidikan hal yang sangat penting untuk diprioritaskan, ” tandasnya.
Saat disinggung terkait pendapatan asli daerah (PAD) dalam APBD 2026 Kabupaten Tangerang, Soma mengatakan, bahwa PAD Kabupaten Tangerang sebelum pembahasan sebesar Rp5,11 triliun, namun setelah dilakukan pembahasan mengalami kenaikan menjadi Rp5,20 triliun. Dan, penyesuaian transfer Pemerintah Pusat berkurang sebesar Rp 619 Miliar.
”Penyesuaian transfer Pemerintah Pusat yang berkurang sebesar Rp 619 M. Kalau PAD setelah pembahasan sebesar Rp 5,20 triliun, ” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana menambahkan, bahwa Pemerintah Kabupaten telah menambahkan jumlah kuota sekolah swasta gratis. Katanya, yang semula (2025) hanya sebanyak 21.646 kuota, dengan rincian SD sebanyak 4.864 kuota, dan SMP 16.782 kuota.
”Kini bertambah menjadi 41.664 kuota dengan rincian SD sebanyak 11.658 dan SMP sebanyak 30.006 kuota, dengan anggaran yang dialokasikan kurang lebih sebesar Rp67 miliar. Untuk SD Rp13 miliar dan untuk SMP Rp54 miliar, ” tambahnya. (alfian)
Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.
























