SATELITNEWS.COM, LEBAK – Sejumlah perajin tenun Baduy, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar mengaku mengalami peningkatan terhadap omzet menjelang hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Lebak. Salah satunya dirasakan Ambu Rani (46). Katanya pesanan tenun Baduy mulai meningkat sejak satu bulan terakhir. Kenaikan permintaan tersebut terutama datang dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) di berbagai instansi.
“Katanya setiap PNS diwajibkan pakai. Jadi guru-guru juga banyak yang pesan,” ujar Rani, warga Ketuh, Desa Kanekes ini, Minggu (30/11/2025). Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-197 yang jatuh pada 2 Desember 2025. Sejumlah rangkaian disiapkan pemerintah daerah untuk memeriahkan hari jadi tersebut. Momen tersebut, ternyata membawa keberkahan bagi pengrajin tenun di Baduy. Rani menambahkan pembeli yang datang membawa contoh motif yang diinginkan, sehingga para perajin tinggal menyesuaikan pesanan. “Mereka bawa gambar motifnya. Jadi saya tinggal bikin saja,” kata Ambu.
Menurutnya, motif khas Baduy tetap menjadi syarat utama dalam setiap pesanan, meski warna dan desain menyesuaikan kebutuhan instansi pemesan. “Setiap dinas beda-beda warnanya. Ada yang minta warna abu-abu atau lainnya,” tambahnya.
Ambu Rani menjual kain tenun dengan harga sekitar Rp250.000 per helai berukuran 1 x 2 meter. Ia mengakui peningkatan permintaan ini membuat omzetnya naik signifikan dibanding hari-hari biasa. “Lumayan beda dari sebelum-sebelumnya, apalagi menjelang acara hari jadi ini,” tuturnya.
Meski demikian, keterbatasan stok bahan dan hasil tenun menjadi tantangan, terutama ketika pesanan datang dalam jumlah besar dari satu instansi. “Stoknya kadang kurang banyak. Jadi kalau satu angkatan pesan warna sama, kita sering kewalahan,” ungkapnya.
Kain tenun Baduy menjadi salah satu produk budaya yang kerap diburu sebagai identitas lokal, terutama dalam momen peringatan Hari Jadi Kabupaten Lebak. Salahsatu ASN di Pemkab Lebak, Uwi mengatakan, pakaian batik adat Baduy pada perayaan HUT Lebak ini masih digunakan. Dirinya pun mengaku sudah menyiapkan pakaian batik tersebut.
Baca Juga: Mudahkan Akses Wisata Baduy, Pemprov Berlakukan Tarif Satu Rupiah
“Pas perayaannya itu seperti upacara dan riung mumpulung biasa digunakan (batik Baduy). Untuk memeriahkan itu ya kita (ASN) pesan ya, karena bagaimana pun kita warga Lebak harus ikut serta memeriahkan hari jadi tanah kelahiran kita,” kata singkatnya.(mulyana)



















