SATELITNEWS.COM, SERANG – Warga Baduy Kabupaten Lebak, boleh berbangga diri karena kain tenun kerajinan mereka banyak digandrungi berbagai kalangan. Terkait hal itu, Pemprov Banten berencana memasarkan hasil kerajinan tangan wara Baduy hingga ke Mancanegara.
Kabar baik itu disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, di acara peragaan busana (fashion show) Karya Kreatif Banten, Sabtu (10/10/2026) sore.
Tinawati mengatakan, saat ini kain tenun Baduy menjadi salah satu kerajinan tangan atau produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang digandrungi berbagai kalangan.
Oleh karena itu, tenun Baduy menjadi salah satu kekayaan Provinsi Banten yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan.
“Wastra khas ini semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Tadi banyak juga karya adibusana yang potensial untuk kita bawa ke mancanegara,” katanya.
Terlepas dari hal itu, Tinawati memberikan perhatian khusus dalam perhelatan tersebut, karena bisa dijadikan sebagai wadah unjuk gigi bagi talenta lokal.
Baca Juga: Tahun 2027, Anggran Mamin dan Perdin Pemprov Banten Dikurangi
Para desiner itu, kata dia, menjadi salah satu aset daerah yang penting dan harus dikembangkan.
“Saya ikut serta, dalam rangka memperkenalkan karya para desainer muda Banten. Banyak desainer muda kita yang kini turut menjadi aset daerah,” tandasnya.
Gubernur Banten , Andra Soni mengatakan, gelaran Karya Kreatif Banten secara efektif mampu mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Banten untuk naik kelas.
Kegiatan ini dinilai sukses mengkurasi produk UMKM, agar mampu bersaing dan tampil di panggung provinsi, nasional, bahkan internasional.
“Kami mengapresiasi kegiatan Karya Kreatif Banten, yang Alhamdulillah rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten. Ini adalah salah satu upaya mengkurasi UMKM kita, agar bisa tampil di ajang bergengsi seperti ini,” ujarnya.
Andra mengatakan, ragam karya desain yang dipamerkan sangat menarik, terutama inovasi wastra tenun Baduy yang dikembangkan oleh para pelaku usaha.
Baca Juga: APBD TA 2027 Diproyeksi Menurun, Sekda Deden Klaim Program Prioritas Tetap Berjalan
Terkait hal itu, dia berharap produk kearifan lokal dan khas daerah di Kabupaten Lebak, bisa terus dikenal secara luas hingga ke luar negeri.
“Niat baik dari acara ini adalah, bagaimana UMKM kita bisa naik kelas sekaligus mendukung pariwisata daerah, dengan menjadikan tenun Baduy sebagai ikon,” pungkasnya.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Sofwan Kurnia menjelaskan, kegiatan Karya Kreatif Banten rutin diselenggarakan dari tahun ke tahun, melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Fokus utamanya adalah, mendorong wastra Banten yang memiliki kekhasan etnik, seperti tenun Baduy, agar semakin menembus pasar global.
“Tenun Baduy kini digandrungi oleh para eksekutif muda maupun senior, karena tampilannya yang keren. Siapa pun bisa mengenakan wastra Banten, terutama tenun Baduy,” klaimnya.
Sebagai informasi, peragaan busana dalam gelaran tersebut menampilkan beragam karya desain pakaian, tas, topi, dan aksesori berbahan dasar tenun Baduy, teknik cetak ramah lingkungan (ecoprint), batik, hingga rajut.
Di lokasi yang sama, dipamerkan pula berbagai produk unggulan UMKM Provinsi Banten lainnya, mulai dari jajanan pasar, produk herbal, kopi, hingga kerajinan khas daerah. (adib)





















