SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang mulai mematangkan penataan kawasan Jalan Kiasnawi dengan merelokasi lebih dari 200 pedagang kaki lima (PKL) ke area Pasar Anyar.
Relokasi yang direncanakan berlangsung bertahap mulai 14 Oktober 2026 itu menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata ruang kawasan sekaligus meningkatkan kenyamanan pejalan kaki dan aktivitas perdagangan di sekitar Stasiun Tangerang.
Tahap awal penataan akan difokuskan pada pembangunan trotoar sepanjang 280 meter di sekitar Stasiun Tangerang. Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkot Tangerang menggelar sosialisasi dan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk perwakilan koordinator PKL, di Kantor Perumda Pasar Kota Tangerang.
Camat Tangerang Riswan Setyo Kardinto mengatakan, pemerintah akan memfasilitasi proses relokasi secara bertahap, termasuk menyiapkan area berdagang di Pasar Anyar yang diharapkan lebih nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
“Berdasarkan pembahasan tadi, ada sekitar 200 lebih PKL di kawasan Jalan Kiasnawi yang akan direlokasi ke Pasar Anyar. Adapun prosesnya nanti semuanya akan difasilitasi, termasuk area perdagangan baru yang lebih nyaman dikunjungi pelanggan,” ujar Riswan.
Menurut dia, pelibatan perwakilan pedagang dalam sosialisasi merupakan bagian dari koordinasi untuk memastikan penataan berjalan dengan baik.
Baca Juga: Izin Kios Pasar Anyar Tangerang Kini Fleksibel, Maksimal Satu Tahun
Pemerintah berharap relokasi tidak hanya mendukung pembangunan fasilitas pejalan kaki, tetapi juga memberikan ruang usaha yang lebih tertata bagi para pedagang.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Teguh Supriyanto mengatakan, pihaknya bersama Perumda Pasar Kota Tangerang tengah menyiapkan lokasi penampungan PKL di dalam Pasar Anyar. Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi tempat berdagang yang lebih representatif dan mudah diakses masyarakat.
“Dalam waktu dekat akan segera dimulai. Tahap awalnya nanti PKL akan ditampung di tempat yang lebih representatif di area Pasar Anyar. Nanti PKL yang ada di sekitar Stasiun Tangerang sampai depan Masjid Agung Al-Ittihad akan didorong ke sana,” kata Teguh.
Ia berharap penataan tersebut dapat menciptakan kawasan yang lebih tertib sekaligus membuka peluang bagi pedagang untuk mengembangkan usahanya. Namun, keberhasilan relokasi juga bergantung pada kesiapan fasilitas dan kemudahan akses bagi pedagang serta pelanggan.
Dukungan terhadap rencana penataan disampaikan Sahari, salah satu koordinator PKL di kawasan Pasar Anyar dan Jalan Kiasnawi. Ia menyatakan para pedagang pada prinsipnya bersedia mendukung relokasi secara bertahap, dengan catatan pemerintah memperhatikan kelayakan lokasi baru, terutama akses menuju area perdagangan.
“Insyaallah, kami pasti mendukung rencana penataan. Tinggal pemerintah memperhatikan area relokasi, terutama akses ke sana bisa diperhatikan. Kalau tempat dan aksesnya sudah ada, pedagang pasti bersedia direlokasi secara bertahap,” ujar Sahari.
Baca Juga: Pemilihan Ketua RW 01 Cikokol Masih Berpolemik, Warga Demo ke Kelurahan
Menurut dia, penataan kawasan Kiasnawi diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi pengunjung tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha para pedagang.
Relokasi lebih dari 200 PKL ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rencana penataan kawasan Kiasnawi. Selain pembangunan trotoar, kesiapan tempat berdagang, akses pengunjung, serta koordinasi dengan para pedagang akan menjadi faktor penentu agar penataan kawasan dapat berjalan tertib dan berkelanjutan. (made)





















