SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Pekan Olahraga, Seni, dan Dakwah (Porseda) 2026 Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatul Mubtadiin (Ma’had Tarmub) di Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menjadi ajang bagi para santri untuk mengembangkan kreativitas, mengasah kemampuan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia dan sikap saling menghormati dalam keberagaman.
Kegiatan yang dibuka pada Sabtu (10/10/2026) hingga sepekan kedepan tersebut, mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika. Porseda dijadwalkan dengan rangkaian kegiatan olahraga, pentas seni, dan perlombaan dakwah.
Mudir Ma’had Tarmub, KH. M. Ues Nawawi, mengatakan Porseda merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki peran penting dalam pembinaan santri, terutama untuk menjaga keseimbangan jiwa, rohani, dan jasmani.
“Pada tanggal 10 Oktober 2026, Ma’had Tarbiyatul Mubtadiin kembali melaksanakan kegiatan rutin tahunan, yakni Pekan Olahraga, Seni, dan Dakwah, yang kami singkat menjadi Porseda,” kata Ues Nawawi kepada Satelit News, Sabtu (10/10/2026).
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi, sekaligus menyalurkan berbagai kreativitas serta aktivitas positif.

Ia menjelaskan, para santri menjalani kegiatan pendidikan di pesantren selama 24 jam sehari sepanjang tahun, dengan waktu libur hanya dua kali dalam setahun. Karena itu, pembinaan santri tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, ketangguhan, dan kesiapan menghadapi tantangan.
Baca Juga: Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, EcoSuLe Siap Tebar 10.000 Liter Eco Enzyme di Sungai
“Dengan demikian, santri betul-betul dipersiapkan untuk menjadi manusia-manusia petarung, manusia-manusia yang siap berjihad untuk li i’lai kalimatillah,” ujarnya.
Ues Nawawi menambahkan, pembinaan tersebut diarahkan untuk membentuk santri yang memiliki kemampuan kuat, kecerdasan, dan kapasitas diri yang paripurna. Hal itu mencakup kematangan pemikiran, hati, jiwa, dan nurani.
Menurut dia, Porseda menjadi wahana bagi para santri untuk menampilkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki melalui berbagai cabang perlombaan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, keberagaman budaya Indonesia menjadi salah satu hal yang ditonjolkan dalam pembukaan kegiatan. Para santri diperkenalkan dengan kekayaan budaya Nusantara, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Melalui tema Bhinneka Tunggal Ika, pihak pesantren ingin menanamkan kecintaan terhadap Tanah Air serta memperluas pemahaman santri mengenai keberagaman budaya dan agama di Indonesia.
“Kami ingin supaya mereka betul-betul mencintai negerinya dan mengetahui berbagai macam budaya, ragam, bahkan agama yang ada di Indonesia. Dengan demikian, tumbuh rasa cinta kepada negeri serta sikap saling menghormati dan menghargai berbagai budaya dan keyakinan,” tutur Ues Nawawi.
Baca Juga: Geger! Wanita 38 Tahun Ditemukan Tewas di Kontrakan Pasar Kemis
Ia berharap nilai-nilai tersebut terus tumbuh dalam diri para santri sehingga mereka mampu hidup berdampingan, menghormati perbedaan, dan menghargai keberagaman di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Ues Nawawi menilai para santri saat ini merupakan generasi muda yang kelak akan mengambil peran penting dalam kepemimpinan bangsa dan negara. Ia mengutip ungkapan syubbanul yaum rijalul ghad, yang bermakna pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.
“Dalam 15 hingga 20 tahun mendatang, mereka akan tampil menjadi pemimpin-pemimpin bangsa dan negara yang tentu kami harapkan membanggakan kita semua,” katanya.

Sementara itu, Katib Ma’had Tarbiyatul Mubtadiin, H. Mohamad Saepudin, menambahkan, bahwa Porseda berlangsung selama sepekan dengan beragam kegiatan yang mencakup olahraga, seni, dan dakwah.
Di bidang olahraga, sejumlah cabang yang dipertandingkan antara lain sepak bola, futsal, bulu tangkis, bola voli, dan atletik. Sementara itu, kegiatan seni diisi dengan pentas seni.
Adapun bidang dakwah mencakup lomba Sahrul Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), cerdas cermat keagamaan, serta lomba membaca kitab kuning.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Porseda diharapkan menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi, menunjukkan prestasi, serta memperkuat karakter dan nilai-nilai keagamaan.

Menutup keterangannya, Ues Nawawi menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media yang hadir dan mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh rangkaian Porseda berjalan lancar dan bernilai ibadah.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini berakhir dengan baik dan bernilai ibadah,” pungkasnya. (aditya)





















