SATELITNEWS.COM, TANGERANG –Guru Besar Ilmu Komputer Universitas Raharja Kota Tangerang, Prof Dr, Ir Henderi,M.Kom resmi dilantik sebagai Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) Provinsi Banten periode 2025–2029. Pelantikan berlangsung di Restoran Istana Nelayan, Kota Tangerang, pada Senin (1/12/2025) bersamaan dengan pelantikan pengurus Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Banten yang diikuti 58 perwakilan perguruan tinggi swasta di Banten.
Dalam sambutannya, Prof Henderi menekankan pentingnya pemerataan kualitas SDM teknologi informasi (IT) di seluruh wilayah Banten. Menurutnya, kesenjangan teknologi masih terjadi karena konsentrasi program studi Informatika terlalu bertumpuk di wilayah Tangerang Raya.
“Data BPS mencatat 102 perguruan tinggi di Banten dan 60 persen di antaranya berada di Tangerang Raya. Artinya, sebagian besar kualitas SDM IT terkonsentrasi di sana sehingga menimbulkan kesenjangan yang harus segera diatasi,” ujarnya.
Untuk itu, APTIKOM Banten berkomitmen mendorong program studi Informatika di Tangerang berkolaborasi membantu penguatan akademik, kurikulum, dan peningkatan kompetensi di daerah Pandeglang, Lebak, Cilegon, dan wilayah selatan Banten.
“Kami akan dorong beberapa Prodi di Tangerang Raya untuk bisa berpartisipasi di Pandeglang, Lebak, Cilegon, dan seterusnya, supaya kesenjangan digital ini dapat diturunkan. Aptikom akan mengambil peran untuk menurunkan kesenjangan tersebut melalui program kerja yang sedang kami susun,” tegas Henderi.
Ia juga menjelaskan bahwa program pengembangan SDM IT sejalan dengan salah satu dari delapan program kerja pemerintah Prabowo–Gibran, yaitu berdaya saing global, melaksanakan pendidikan bermutu untuk SDM berdaya saing global. “Aptikom akan melaksanakan implementasi kurikulum berbasis OBE supaya lulusan Informatika benar-benar siap kerja dan menjawab kebutuhan industri dan stakeholders,” tambahnya.
Baca Juga: Mahasiswa: Bentuk Tim Investigasi Kekerasan
Setelah pelantikan, APTIKOM akan segera menggelar rapat kerja dengan pemerintah dan industri untuk merumuskan arah program hingga 2029. “Kami memiliki 1,7 juta mahasiswa di Provinsi Banten dan 30 persen di antaranya adalah mahasiswa Informatika. Ini potensi besar untuk mensukseskan digitalisasi layanan publik, UMKM, dan sektor industri,” jelasnya.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Provinsi Banten sekaligus Pembina Aptikom, Prof PO Abas Sunarya, menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan ini harus menjadi momentum pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Banten. “Saya ingin di Banten ini semua ada organisasinya supaya rumpun keilmuan diurus dengan baik. Kita ingin semuanya berkualitas dan ada pemerataan keilmuan,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah, bukan persaingan. “Jangan ada yang merasa lebih tinggi dan jangan ada yang merasa ditinggal. Organisasi ini jembatan emas untuk membangun Banten,” imbuhnya.
Prof Abas menilai tantangan dalam peningkatan SDM bidang teknologi harus dijadikan dorongan untuk bergerak bersama. “Tantangan justru harus dilawan. Kalau ilmu harus dibagi supaya rakyat kita intelek dan tidak tertinggal. Pemerataan ini tanggung jawab bersama untuk kepentingan bangsa,” pungkasnya. (made)























