SATELITNEWS.COM, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak menegaskan kesiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Sejumlah langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem, potensi bencana, serta pengawasan terhadap praktik pungutan liar dan ketok harga menjadi fokus utama.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Yosep M. Holis, menyampaikan bahwa terdapat 10 destinasi wisata favorit dengan jumlah kunjungan tertinggi, yakni Baduy, Sawarna, Kolam Renang Eco Club Citra Maja, Makam Sagati, Waduk Karian, Bagedur, Museum Multatuli, dan Goa Lalay.
“Dari 10 itu, yang paling tinggi kunjungannya adalah Baduy, Sawarna dan Eco Club Citra Maja,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Yosep menegaskan seluruh pelaku industri pariwisata harus mampu menerjemahkan tagline Kementerian Pariwisata: Pariwisata Aman, Nyaman, dan Menyenangkan. Menghadapi ancaman cuaca ekstrem, Pemkab Lebak melakukan mitigasi dini. Akses menuju Baduy dan wilayah Selatan yang rawan banjir serta longsor kini mendapat pengawasan penuh. Dinas PUPR juga menyiapkan alat berat di sejumlah titik rawan untuk mempercepat penanganan darurat.
Berdasarkan catatan Disbudpar Lebak, tren kunjungan wisata sejak Januari hingga awal Desember mencapai 800 ribu orang dari target 1.190.000 pengunjung. Meski demikian, kunjungan saat Nataru diprediksi menurun karena potensi cuaca buruk pada 28 Desember hingga 10 Januari 2026. Wisatawan diperkirakan akan mengalihkan pilihan ke destinasi non-alam.
Pemkab Lebak juga memperkuat koordinasi dengan Balawista untuk memastikan keamanan wisatawan, termasuk pemberian insentif dan perlengkapan keselamatan. Di sisi lain, Pemkab akan menggelar pertemuan dengan pelaku wisata untuk menetapkan standar harga demi mencegah praktik ketok harga. “Kita ingin wisatawan terkesan dan nyaman. Jangan sampai ada harga yang menekuk. Ini sudah ditindaklanjuti melalui surat imbauan Bupati Lebak,” tegas Yosep.
Baca Juga: Libur Natal, 15.744 Penumpang Padati Commuter Line Rangkasbitung
Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, sejumlah posko terpadu juga akan disiapkan dengan melibatkan kepolisian, petugas kesehatan, dan instansi terkait lainnya. Target kunjungan wisata Nataru tahun ini dipatok 61.473 orang, lebih rendah dari tahun sebelumnya karena mengikuti imbauan BMKG terkait cuaca ekstrem.
Sementara itu, Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, memastikan kesiapan 100 anggota terlatih dan tersertifikasi untuk bertugas di 12 pantai utama serta sejumlah lokasi wisata air lainnya. “Kami menugaskan tim terlatih di pantai-pantai utama seperti Muara Cibareno, Citarate, Legon Pari, Tanjung Layar, hingga Ciantir,” ujarnya.
Selain pantai, pengamanan juga mencakup destinasi wisata buatan seperti Goalangir, Karang Bokor, Kelapa Warna, Pasput Cihara, Talanca, Bagedur, dan Karangseke. Untuk destinasi yang belum memiliki petugas bersertifikat, pengelola diminta menempatkan personel internal yang mampu berenang dan melakukan pengawasan dasar. “Setiap lokasi wajib menyediakan papan informasi publik berisi imbauan, larangan zona bahaya, dan nomor darurat,” tegas Erwin.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Lebak berharap penyelenggaraan libur Nataru tahun ini berlangsung aman, nyaman, dan minim insiden. (mulyana)
























