SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Pamit berenang bersama teman-temannya, seorang remaja bernama Hilman Fauzi (15), warga Kampung Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, dilaporkan hilang di Sungai Cidurian, Desa Renged, Kecamatan Kresek. Hingga hari ketiga pencarian, korban belum juga ditemukan.
Peristiwa itu terjadi pada Jum’at (19/12/2025). Sejak dinyatakan hilang, tim gabungan dari BPBD, Basarnas, Koramil, Polsek, serta dibantu warga sekitar terus melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran Sungai Cidurian.
Salah seorang warga Kampung Renged RT 14/RW 01, Desa Renged, Kecamatan Kresek, Maman, mengungkapkan, berdasarkan informasi yang ia terima, korban saat itu tengah berenang bersama temannya di sungai tersebut.
“Diduga korban terpeleset, tercebur, lalu terbawa arus sungai hingga sampai sekarang belum diketahui keberadaannya,” ujar Maman kepada Satelit News, Minggu (21/12).
Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, membenarkan bahwa korban merupakan warga Kecamatan Cikupa. Menurutnya, Hilman diduga sedang berkunjung ke rumah kerabatnya yang berada di wilayah Kresek.
“Korban ini warga Cikupa. Diduga sedang main ke rumah kerabat,” katanya.
Baca Juga: CKG Kabupaten Tangerang Capai 1,876 Juta Warga, Lampaui Target Nasional
Taufik menjelaskan, korban dilaporkan hilang sejak Jumat (19/12) sekitar pukul 10.36 WIB, saat diketahui berenang di Sungai Cidurian bersama teman-temannya. Hingga kini, hilangnya korban telah berlangsung selama kurang lebih tiga hari.
“Kurang lebih sudah tiga hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses pencarian masih terus dilakukan meski kondisi debit air Sungai Cidurian cukup deras akibat musim penghujan. Tim gabungan bahkan memperluas area pencarian hingga ke lokasi bendungan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Serang.
“Sampai saat ini pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat sekitar. Semoga korban bisa segera ditemukan,” pungkasnya.
Kapolres Tinjau Lokasi Remaja Tenggelam
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah meninjau langsung lokasi jatuhnya korban tenggelam di Kali Cidurian, Kampung Renged RT 14/001, Desa Renged, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Sabtu (20/12/2025).
Baca Juga: Sempat Diamuk Warga, Dua Terduga Pelaku Curanmor di Cikupa Diamankan Polisi

Kehadiran Kapolresta di lokasi bertujuan untuk memastikan proses pencarian korban berjalan optimal sekaligus memonitor kesiapan dan keselamatan personel yang terlibat dalam operasi pencarian di lapangan.
Korban diketahui bernama Hilman Fauzi, santri kelas III MTs di Pondok Pesantren Nadhlatul Ulum (NU) Kresek. Hilman merupakan warga Kampung Pasir Gadung, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Indra Waspada menjelaskan, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (19/12/2025) sekitar pukul 08.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama dua temannya mendatangi bantaran Kali Cidurian dengan tujuan mencuci jeroan atau dalaman kambing.
Namun, saat berada di tepi sungai, korban diduga terpeleset dan terjatuh ke aliran Kali Cidurian. Arus sungai yang cukup deras membuat korban terseret hingga akhirnya tenggelam.
“Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun kondisi arus tidak memungkinkan,” ujar Indra Waspada.
Setelah menerima laporan kejadian, personel Polsek Kresek segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan langkah-langkah awal, termasuk pengamanan lokasi serta koordinasi lintas instansi dengan BPBD Kabupaten Tangerang dan Basarnas Provinsi Banten.
Dalam proses pencarian, Polri bersama unsur terkait melakukan upaya kemanusiaan dengan menyisir aliran Kali Cidurian dari titik awal korban terjatuh hingga ke arah hilir. Operasi pencarian melibatkan sedikitnya 3 personel Satpolair Polresta Tangerang, 10 personel Polsek Kresek, 9 personel Basarnas, serta 3 anggota Satpol PP Kecamatan Kresek.
Indra Waspada menegaskan, hingga saat ini tim gabungan masih terus melakukan pencarian dengan memfokuskan penyisiran di sekitar titik jatuh korban dan sepanjang aliran Kali Cidurian.
“Kendala di lapangan antara lain debit air yang tinggi, arus sungai yang deras, serta banyaknya ranting dan bambu di sepanjang aliran sungai. Namun pencarian tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Tangerang juga menyampaikan empati dan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang, membantu dengan memberikan informasi apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban, serta tidak menghambat proses pencarian.
Sebagai pusat informasi, Basarnas membuka Posko Informasi di Balai Warga Desa Renged yang dapat dihubungi melalui nomor 0813-1606-9077.
Polresta Tangerang memastikan akan terus melakukan pengamanan, pendampingan, dan koordinasi lintas instansi hingga proses pencarian korban dinyatakan selesai. (alfian/aditya)




















