SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Misteri penelantaran 2 bocah perempuan yang ditemukan terlantar di kawasan Poris Gaga, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat diamankan di rumah singgah Dinas Sosial Kota Tangerang, kedua anak tersebut kini telah dijemput oleh pihak keluarga dari jalur ayah.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Tangerang, Acep Wahyudi, membenarkan bahwa Nabila (7) dan Nadita (4) telah diserahkan kepada keluarga pada Selasa (7/1/2025) sore, setelah melalui proses verifikasi. “Alhamdulillah, kemarin dua anak yang sempat diterlantarkan itu sudah dijemput oleh pihak keluarga dari ayahnya. Tapi sebelum diserahkan, kami lakukan verifikasi dengan ketat dulu untuk memastikan yang menjemput benar keluarga mereka,” ujar Acep saat diwawancarai di kantornya, Kamis (8/1/2025).
Acep menjelaskan, penjemputan dilakukan oleh Indra, paman dari kedua anak tersebut sekaligus kakak kandung ayah mereka, Ade Purwanto. Penyerahan dilakukan secara resmi dengan disertai pernyataan kesanggupan untuk mengasuh dan merawat anak-anak tersebut. “Yang menjemput atas nama Indra, selaku pamannya. Setelah kami pastikan dengan hubungan keluarganya, baru anak-anak kami serahkan,” katanya.
Terkait dugaan penelantaran, Acep menyebut pihaknya masih mendalami latar belakang kejadian. Informasi sementara yang diterima Dinsos menyebutkan bahwa ibu kandung kedua anak memiliki riwayat sakit dan sebelumnya sempat berada di panti sosial bersama anak-anaknya. “Informasi yang kami dapat, si ibu ini sempat berada di panti bersama anak-anaknya. Anaknya memang ada tiga. Dua yang ditemukan kemarin, satu bayi masih dibawa oleh ibunya,” ujar Acep.
Namun, bagaimana proses keluarnya sang ibu dari panti hingga berujung pada peristiwa penelantaran tersebut masih belum sepenuhnya masih didalami. “Apakah ditinggalkan atau seperti apa, itu masih kami dalami. Yang pasti, informasi dari keluarga menyebutkan si ibu memiliki riwayat penyakit ayan (Epilepsi),” tambahnya.
Berdasarkan data Kartu Keluarga yang diperoleh Dinsos, keluarga anak-anak tersebut tercatat berasal dari wilayah Peninggilan Utara, Kecamatan Ciledug. Proses penelusuran keluarga dilakukan melalui jejaring Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang tersebar di seluruh Kota Tangerang. “Informasi keluarga itu kami dapat dari PSM. Ada komunikasi lewat telepon, lalu dilakukan video call. Saat video call, anak-anak memanggil yang menelepon itu ‘uwak’, yang berarti pamannya,” jelas Acep.
Baca Juga: Warga Kota Tangerang Bisa Sanggah Data Desil Apabila Tak Sesuai
Terkait dugaan adanya kekerasan atau intimidasi terhadap anak, Acep mengaku belum menerima informasi yang mengarah ke sana. Ia menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum ada bukti yang jelas. “Saya belum mendapatkan informasi adanya kekerasan. Kalau soal itu, kami masih berhati-hati dan belum bisa menyimpulkan apa pun,” katanya.
Meski anak-anak telah dikembalikan ke keluarga, Dinas Sosial memastikan proses pengawasan tidak berhenti sampai disitu. Monitoring lanjutan akan dilakukan untuk memastikan kondisi dan keselamatan anak tetap terjamin. “Kami minta komitmen keluarga untuk mengurus anak-anak ini, Ke depan, tentu akan ada pemantauan,” tegas Acep.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan kasus serupa. Menurutnya, Kota Tangerang memiliki hampir seribu PSM yang siap menerima laporan dan menindaklanjutinya. “Kalau menemukan anak terlantar, silakan lapor ke Tim Reaksi Cepat (TCR) Dinas Sosial Kota Tangerang ; 0895608722422. PSM kita ada hampir 986 orang di seluruh wilayah Kota Tangerang, dan pengaduan pasti akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (ari)
























