SATELITNEWS.COM, SERANG – Hujan disertai angin kencang dengan intensitas tinggi, mengakibatkan jebolnya Sungai Irigasi kali Cisereh, yang berdampak banjir ke pemukiman warga di Kampung Polokiong, Desa Baros, RT 06, Rw 01, Minggu (11/1/2026). Ketinggian air mencapai 20 hingga 30 centimeter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan, pihaknya menerima laporan banjir tersebut sekitar 12:05 WIB.
Setelah menerima laporan, personel BPBD Kabuoaten Serang langsung diberangkatkan, guna melakukan penanganan.
“Data terdampak banjir ada sebanyak 33 rumah yang terdiri sebanyak 58 kepala keluarga, 174 jiwa, 6 lansia, 24 orang anak anak. Kemudian, Fasos Fasum hingga Kantor Desa Baros,” kata Ajat.
Ajat menuturkan, banjir disebabkan oleh jebolnya Sungai Irigasi Kali Cisereh akibat curah hujan dengan intensitas tinggi di sertai angin kencang di sekitaran wilayah Baros. Ketinggian air bervariatif mulai dari 10-30 Cm.
Selain di Kecamatan Baros, kata Ajat, banjir juga terjadi di Kecamatan Pabuaran. Tepatnya di Kampung Cileweng, RT 02 Rw, 03 Desa Kaduberum.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, 14 Letusan Tercatat Sejak 4 September
“Curah hujan dengan intensitas tinggi di sertai angin kencang di sekitaran wilayah Pabuaran, mengakibatkan tersumbatnya aliran drenase yang berdampak ke ruko warga,” tandas Ajat.
Kemudian sebelumnya juga, Sabtu (10/1/2026) sekitar Pukul 19:10 WIB, banjir merendam wilayah Desa Citasuk, Kampung Sukamaju RT/RW 24,25,26, RW05 Kecamatan Cinangka, Desa Rancasanggal, Kampung Kajeroan, RT 01 RW 04.
“Dampak banjir di Kecamatan Padrincang Desa Citasuk Kamping Sukamaju RTRW 24,25,26, RW 05 sebanyak 238 rumah erendam banjir,” ujarnya.
Sedangkan di Kecamatan Cinangka, Desa Rancasanggal, Kamping Kajeroan RT 01 RW 04, ada sebanyak 6 rumah yang terdampak banjir.
“Warga masih menempati rumahnya,” pungkasnya. (sidik)
























