SATELITNEWS.COM, BANDARA — Penumpang yang harus menunggu penerbangan lanjutan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kini punya lebih banyak pilihan untuk mengisi waktu. Tak hanya berkeliling terminal, mereka dapat memilih dari 133 restoran dan kafe yang tersedia di kawasan bandara.
Jumlah tersebut menempatkan Soekarno-Hatta di peringkat keenam dalam daftar Best Airports for Layover Food yang dirilis Airport Parking & Hotels (APH). Pemeringkatan itu membandingkan sejumlah fasilitas yang dibutuhkan penumpang selama transit di bandara-bandara tersibuk dunia.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan, capaian tersebut menunjukkan perubahan fungsi bandara yang tidak lagi sekadar menjadi tempat penumpang datang dan berangkat. “Pencapaian ini tentunya menjadi kebanggaan bagi kami. Kehadiran 133 restoran dan kafe di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan bahwa bandara terus berkembang,” ujar Heru, Selasa (1/9/2026).
Menurut dia, keberadaan berbagai pilihan kuliner menjadi bagian dari pengalaman penumpang ketika harus menghabiskan waktu sebelum melanjutkan penerbangan. “Tidak hanya sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan penumpang yang memberikan pilihan dan kenyamanan selama berada di bandara,” katanya.
Dalam daftar APH, Soekarno-Hatta berada di bawah Bandara Internasional Changi Singapura yang menempati posisi pertama dengan 247 restoran dan kafe. Posisi berikutnya ditempati O’Hare International Airport di Chicago dengan 210 pilihan kuliner, Tokyo Haneda Airport dengan 173 pilihan, Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport dengan 165 pilihan, serta LaGuardia Airport New York dengan 142 pilihan.
Soekarno-Hatta dengan 133 restoran dan kafe berada di atas sejumlah bandara internasional lainnya. Ninoy Aquino International Airport Manila tercatat memiliki 131 pilihan, John F Kennedy International Airport New York 129 pilihan, Shanghai Pudong International Airport 126 pilihan, dan Istanbul Airport 118 pilihan. Bagi pengelola bandara, banyaknya pilihan kuliner tersebut menjadi salah satu bagian dari pengembangan kawasan komersial di Soekarno-Hatta.
Baca Juga: Pengusaha Kuliner Pamulang Tolak Pengelolaan Parkir oleh Dishub Tangsel
Heru mengatakan peningkatan fasilitas komersial dilakukan seiring dengan tingginya mobilitas penumpang. Pengembangan itu diharapkan dapat membuat waktu tunggu di bandara tidak sekadar menjadi masa jeda sebelum penerbangan berikutnya. “Pertumbuhan bisnis non-aeronautika berjalan beriringan dengan upaya kami meningkatkan kualitas pengalaman penumpang,” ujarnya. (ari)

















