SATELITNEWS.COM, SERANG–Banjir yang melanda wilayah Provinsi Banten sejak pergantian tahun 2026 menyebabkan 3.227,5 hektare terendam banjir. Dari jumlah itu 420,5 hektare di beberapa wilayah gagal panen alias puso.
Informasi yang berhasil didapat dari Dinas Pertanian Provinsi Banten, luas areal persawahan yang terendam di Kabupaten Pandeglang seluas 2.165 hektare, sedangkan luasan lahan yang mengalami puso seluas 21 hektare.
Kemudian di Kabupaten Lebak, banjir merendam sawah seluas 136 hektare, sedangkan yang mengalami puso seluas 50 hektare. Selanjutnya di Kabupaten Tangerang, banjir merendam sawah seluas 84,5 hektare, sedangkan yang mengalami puso seluas 29,5 hektare.
Kemudian di Kabupaten Serang, luas sawah yang terendam banjir sekira 761 hektare, sedangkan yang mengalami puso seluas 309 hektare. Selanjutnya di Kota Serang, lahan pertanian yang terendam banjir seluas 81 hektare, sedangkan yang mengalami puso seluas 11 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, pihaknya belum melakukan penghitungan kerugian akibat puso tersebut. Hal itu karena, bencana banjir di wilayah tersebut belum selesai. “Belum kita hitung, karena masih berlangsung,” katanya, Kamis (15/1/2026).
Agus mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan bantuan bagi para petani yang mengalami puso atau gagal panen, yaitu pemberian benih padi untuk ditanam kembali.
Baca Juga: Tingkatkan Kemandirian Pangan Keluarga Melalui Pelatihan yang Digagas Fatayat NU Banten
“Kita siapkan benih padi untuk petani, ini bagi mereka yang terkena dampak banjir ya. Nanti setelah bencana banjir kita berikan bantuan itu,” katanya.(adib)
