SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Kegiatan Jum’at Curhat bersama Muspika Kecamatan Tigaraksa kali ini berlangsung di Gedung Nurul Ulum Center (NUC), Jalan Kasuari Raya, Perum PWS Tigaraksa, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan dialog interaktif ini dihadiri perwakilan warga dan tokoh masyarakat RW 02 Perum PWS, serta Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, M. Nur Rojab.
Kapolsek Tigaraksa AKP I Made Artana menjelaskan bahwa program Jum’at Curhat merupakan bagian dari program Kapolri, Kapolda Banten dan Kapolresta Tangerang yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat. Meski kegiatan kali ini berlangsung di luar hari Jumat, ia menegaskan substansi kegiatan tetap sama.
“Program ini sudah saya laksanakan setiap Jumat. Walaupun hari ini bukan hari Jumat, namun substansinya tetap sama. Program ini sangat baik karena membuat polisi semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya dalam arahannya kepada peserta Jum’at Curhat.
Ia menyampaikan bahwa Polri menyadari keterbatasan personel dan kegiatan di lapangan. Namun demikian, tugas pokok kepolisian sebagaimana diamanatkan Undang-Undang tetap harus dijalankan, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), menegakkan hukum, serta menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Di satu sisi kami aparat penegak hukum, di sisi lain kami juga diberi tugas perlindungan, pengayoman, dan pelayanan. Ini harus dimaknai secara komprehensif,” jelasnya.
Kapolsek menambahkan, bahwa Polsek Tigaraksa terus mengedepankan kegiatan preventif sebagai bagian dari upaya menjaga Kamtibmas. Polisi membuka ruang komunikasi seluas-luasnya, agar masyarakat mau memberikan informasi apabila menemukan permasalahan di lingkungannya, meskipun sudah ada petugas seperti Bhabinkamtibmas maupun Babinsa dari TNI.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Polisi jemput bola. Kalau ada masalah, sampaikan. Ini perintah dari Kapolri, Kapolda, hingga Kapolresta. Bisa secara formal maupun nonformal, seperti berbincang langsung dengan warga sambil menyisipkan upaya pencegahan tindak pidana,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya respons cepat dalam pelayanan kepolisian. Masyarakat diminta tidak ragu menghubungi polisi apabila membutuhkan perlindungan atau kehadiran petugas.
“Sekecil apa pun informasi, laporkan kepada kami. Kami siap menerima dan menindaklanjuti,” tegasnya.
Terkait kriminalitas, Kapolsek menyebut pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) masih menjadi kasus tertinggi. Berdasarkan keterangan korban, sebagian besar kasus terjadi akibat kurangnya kewaspadaan.
“Suatu tindak pidana terjadi karena adanya niat dan kesempatan. Kalau kesempatan tidak diberikan, maka tindak pidana tidak akan terjadi,” ujarnya.
Ia mencontohkan, banyak kasus curanmor terjadi dalam hitungan detik. Oleh karena itu, evaluasi keamanan lingkungan perlu terus dilakukan, termasuk penempatan kendaraan, patroli malam hari di lokasi rawan, serta pemetaan modus kejahatan.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
“Pelaku kejahatan itu pintar dan jeli. Maka kita harus lebih waspada dan mencari solusi bersama. Peran serta masyarakat sangat penting untuk mencegah tindak pidana,” tambahnya.
Menurut Kapolsek, sarana dan prasarana pendukung seperti CCTV, penerangan jalan, serta pengawasan di lokasi sepi juga perlu ditingkatkan guna mengurangi kesempatan terjadinya tindak kriminal.
“Selain itu, kalau ada keluhan terkait matel atau debt colector sampaikan juga ke kami, langsung kami respon,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat (Sekcam) Tigaraksa, Rita Wulan Sari, mengapresiasi kegiatan Jum’at Curhat yang gelar Polsek Tigaraksa yang merupakan realisasi program Kapolri, Kapolda Banten dan Kapolresta Tangerang, karena dinilai mampu menjaga komunikasi dan silaturahmi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
“Terima kasih juga atas undangan warga RW02 yang disampaikan kepada pemerintah kecamatan. Tanpa undangan ini, saya yang mewakili Camat Tigaraksa tidak bisa bersilaturahmi langsung dengan masyarakat,” ujar Wulan.
Wulan mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk terus menjaga kondusivitas wilayah dan Kamtibmas. Ia berharap, forum ini menjadi sarana penyampaian permasalahan di lingkungan RW 02 yang berorientasi pada solusi.
“Infrastruktur juga menjadi bagian dari keamanan dan ketertiban. Pengerjaan fisik di lingkungan perlu bersinergi dengan upaya menjaga kamtibmas,” katanya.
Wulan menambahkan bahwa program pembangunan Desa Margasari, termasuk program pemberdayaan masyarakat dan infrastruktur, dapat disampaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) maupun pra-musrenbang di tingkat desa.
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, M. Nur Rojab, mengapresiasi program Jum’at Curhat yang digagas Kapolri, Kapolda Banten dan Kapolresta Tangerang. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah luar biasa dalam menyerap aspirasi masyarakat.
“Saya mendukung penuh Kapolsek Tigaraksa. Di Tigaraksa ada 89 RW, tentu banyak masukan dari warga. Semoga program ini bisa dioptimalkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas konsistensi Kapolsek Tigaraksa beserta jajaran dalam menghadirkan ruang dialog antara polisi dan warga.
Kepala Desa Margasari, Mattoyib, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Camat Tigaraksa yang diwakili Sekcam Tigaraksa Rita Wulan Sari, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang M. Nur Rojab, perwakilan Koramil Tigaraksa, serta Kapolsek Tigaraksa melalui program Jum’at Curhat di RW 02 Perum PWS, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua RW 02 Eki, para Ketua RT, tokoh masyarakat, serta Ketua BPD Desa Margasari. (aditya)




















