SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Foto Sophie Turner berdiri dengan tubuh lebih berotot, bahu tegang dan tatapan yang jauh dari kesan anggun membuat heboh dunia perfilman.
Dalam foto itu, bintang serial Game of Thrones tersebut tampak mengenakan tank top biru muda, celana pendek cokelat, sabuk senjata di paha. Meski sederhana, publik pun mahfum: inilah Lara Croft versi terbaru.
Turner resmi memulai debutnya sebagai tokoh utama serial Tomb Raider garapan Amazon Prime Video. Dan sejak tampilan perdananya dirilis pertengahan Januari 2026, perbincangan pun mengalir deras. Banyak yang tak lagi melihat Sansa Stark di sana. Yang tampak justru sosok petualang yang siap jatuh, terluka, dan bertahan hidup.
Perubahan fisik Turner menjadi sorotan utama. Di balik foto-foto itu, prosesnya ternyata jauh dari mulus. Dalam wawancara dengan The Julia Cunningham Show, Turner berbicara cukup jujur soal persiapannya.
Turner mengaku menjalani latihan fisik hingga delapan jam sehari, hampir lima hari dalam sepekan, sejak Februari tahun lalu. “Aku baru tahu kalau aku punya masalah punggung permanen. Tapi aku juga baru sadar ternyata jauh lebih gampang buat membentuk otot kalau kita sebelumnya pernah olahraga,” ujarnya.
Masalahnya, Turner mengaku bukan tipe yang akrab dengan olahraga. “Aku tuh belum pernah olahraga sama sekali seumur hidup,” ujarnya sambil tertawa. “Jadi butuh waktu berbulan-bulan sampai akhirnya aku bisa dapat bentuk badan yang oke. Ya, itulah pelajaran yang aku dapatkan.”
Pengakuan ini memberi lapisan lain pada transformasinya. Bukan sekadar tuntutan peran, tapi proses adaptasi fisik yang penuh keterbatasan—sesuatu yang justru sejalan dengan pendekatan baru terhadap karakter Lara Croft.
Tomb Raider versi ini berada di bawah arahan kreatif Phoebe Waller-Bridge, kreator Fleabag, yang bertindak sebagai penulis dan produser eksekutif. “Lara Croft sangat berarti bagi saya, seperti halnya bagi banyak orang,” ujarnya. “Ini akan menjadi sesuatu yang berbahaya dan mengasyikkan,” kata Waller-Bridge.
Serial akan mengikuti Lara Croft dalam fase awal hidupnya, ketika ia terlibat dalam konflik global seputar artefak kuno, jaringan kriminal internasional, dan rahasia masa lalu keluarganya. Lara digambarkan masih belajar—tentang dunia, tentang tubuhnya sendiri, dan tentang batas yang harus ia dorong.
Posisi Turner pun tak ringan. Angelina Jolie pernah membentuk Lara Croft sebagai ikon pop awal 2000-an, sementara Alicia Vikander membawa versi yang lebih membumi pada 2018. Versi Turner kini berdiri di tengah-tengah. (bbs/san)