SATELITNEWS.COM, LEBAK–Seorang wisatawan dilaporkan hanyut terseret ombak di Pantai Goa Langir, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, pada Sabtu (17/1/2026) pagi. Hingga hari kedua pencarian, korban belum berhasil ditemukan dan tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma mengatakan, korban diketahui bernama Salman Abdul Latif (19), warga Kampung Cipinang Asem RT 14/4, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. “Korban hanyut sekitar pukul 06.00 WIB. Sampai hari kedua pencarian, korban belum ditemukan. Tim masih melakukan penyisiran,” kata Erwin kepada SatelitNews.Com melalui sambungan telepon, Minggu (18/1/2026).
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula pada Jumat (17/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, saat rombongan wisatawan asal Cilengsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tiba di Pantai Goa Langir dan bermalam dengan mendirikan tenda di pinggir pantai. Keesokan paginya, sekitar pukul 05.30 WIB, empat orang dari rombongan tersebut berenang di laut tidak jauh dari lokasi mereka bermalam. Namun, sekitar pukul 06.00 WIB, dua orang yakni Salman Abdul Latif dan Alief Athalla Akbar terseret ombak ke tengah laut.
“Alief sempat berusaha menolong korban, namun tidak berhasil karena harus menyelamatkan dirinya sendiri. Sementara korban diketahui tidak bisa berenang dan akhirnya terbawa ombak,” ujarnya. Alief berhasil menyelamatkan diri, sementara Salman hilang terseret arus laut. Erwin menambahkan, saat kejadian kondisi cuaca terbilang ekstrem, meski tinggi gelombang laut masih dalam kategori normal. Hingga kini, jasad korban belum muncul ke permukaan.
Upaya pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Banten, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Lebak, Balawista, serta dibantu para nelayan setempat. “Penyisiran dilakukan di perairan sekitar lokasi kejadian dan sepanjang garis pantai,” ujarnya. Balawista Lebak mengimbau para wisatawan agar lebih berhati-hati dan mematuhi aturan keselamatan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama tidak berenang di laut pada pagi atau malam hari serta memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang. (mulyana)
























