SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Napoli dalam kondisi tak baik-baik saja saat menjamu Chelsea dalam matchday 8 league phase Liga Champions 2025-2026 di Stadio Diego Armando Maradona, Kamis (29/1/2026) pukul 03.00 WIB. Partenopei bermodal kekalahan atas Juventus di Serie A yang membuat posisinya dtercecer di papan atas klasemen sementara.
Pertandingan ini memiliki nuansa emosional bagi Antonio Conte, yang pernah menangani Chelsea pada periode 2016-2018. Ia membawa The Blues menjuarai Premier League 2016/17 dan FA Cup 2017/18. Kini, Conte memimpin Napoli dalam misi mengamankan tiket fase gugur.
Secara klasemen, Napoli berada di posisi ke-25 dengan delapan poin dan belum masuk zona lolos langsung. Mereka hanya menang sekali dalam lima laga terakhir di league phase. Chelsea lebih stabil dengan menempati peringkat kedelapan dan mengoleksi 13 poin.
Napoli punya modal kurang meyakinkan setelah kalah 0-3 dari Juventus di Serie A. Meski menguasai 58 persen penguasaan bola, mereka hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran. Efektivitas menjadi pekerjaan rumah besar bagi Conte.
Di sisi lain, Chelsea meraih kemenangan 3-1 atas Crystal Palace di Liga Inggris. The Blues mencatat 57 persen penguasaan bola dan lima tembakan tepat sasaran, dengan gol dari Estevao, Joao Pedro, dan Enzo Fernandez. Produktivitas lini depan terlihat meningkat.
Pada laga terakhir Liga Champions, Napoli bermain imbang 1-1 di kandang FC Copenhagen. Chelsea meraih kemenangan tipis 1-0 atas Pafos di Stamford Bridge. Hasil tersebut membuat Chelsea lebih dekat ke babak 16 besar.
Dari sisi skuad, Napoli mendapat suntikan tenaga dengan kembalinya Romelu Lukaku setelah absen sejak Agustus. Akan tetapi, ia diperkirakan belum menjadi starter melawan mantan klubnya sehingga Rasmus Hojlund akan memimpin lini depan. Napoli juga kehilangan sejumlah pemain penting seperti Kevin De Bruyne, Frank Anguissa, Matteo Politano, dan Amir Rrahmani.
Chelsea menghadapi tanda tanya besar pada kondisi Cole Palmer yang mengalami masalah paha. Dengan pendekatan hati-hati, sang playmaker kemungkinan hanya mengisi bangku cadangan. Situasi ini bisa mengurangi kreativitas serangan tim tamu.
Harus melawan Chelsea di saat dalam kondisi buruk membuat pelatih Napoli Antonio Conte merasa badai belum akan berhenti menerjang Partenopei.
Napoli mengalami hasil buruk selama bulan Januari 2026. Napoli meraih dua kemenangan, tiga imbang, dan satu kalah dari enam laga di Serie A.
Kevin De Bruyne cs juga makin menjauh dari potensi penantang gelar Scudetto. Semula menjadi pesaing Inter Milan, kini Napoli di urutan keempat dengan 43 poin dan kalah sembilan angka.
Napoli juga harus berjuang menggapai play-off Liga Champions setelah pada tengah pekan lalu imbang 1-1 dengan FC Copenhagen. Pasukan Conte duduk di posisi ke-25 dengan delapan poin.
Kemenangan wajib didapatkan Napoli pada laga terakhir di fase liga melawan Chelsea. “Kapal sedang berada di tengah laut dalam badai, tetapi tidak ada yang bisa keluar. Kami semua harus pandai menghadapi momen ini, yang telah berlangsung cukup lama,” kata Conte yang dikutip dari Football Italia.
“Badai belum berakhir dan tidak akan segera berakhir, jadi kami semua harus bersiap-siap, dan yang harus kami lakukan adalah tidak kehilangan kepercayaan diri, tidak kehilangan keyakinan diri, tidak kehilangan antusiasme.”
“Hal-hal itulah yang telah membedakan kami selama ini, karena hingga saat ini, hal-hal luar biasa telah dilakukan, sambil menghadapi situasi yang sangat serius,” ujar Conte. (dm)