SATELITNEWS.COM, SERANG – Walikota Serang Budi Rustandi, meninjau rumah warga Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang, yang roboh Minggu (1/2/2026) lalu.
Akibat kejadian tersebut, seorang lansia Hamrah (80), meninggal dunia tertimpa reruntuhan.
Di lokasi, Budi menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp20 juta yang bersumber dari Pemkot dan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Kota Serang untuk membantu keluarga serta biaya renovasi rumah.
“Kami berkomitmen, untuk selalu hadir bagi warga ketika menghadapi kesulitan,” kata Budi, Selasa (3/2/2026).
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DKPP) Kota Serang Nofriady Eka Putra mengatakan pihaknya akan mempercepat proses asesmen rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Serang.
Program RTLH itu, kata Nofri, tidak hanya bersumber dari APBD Kota Serang, melainkan ada juga dari sumber lain seperti swasta, CSR serta dari pemerintah pusat. Apalagi jumlah sasaran RTLH kita cukup banyak pasca banjir yang beberapa waktu lalu terjadi.
Baca Juga: Tahap I Bedah Rumah Tangsel Rampung Akhir Juni, 186 Unit Selesai Digarap
Nofri mencontohkan BPBD. Berdasarkan asesmennya pasca banjir kemarin, ada sekitar 150 rumah yang membutuhkan penanganan melalui Biaya Tak Terduga (BTT) dengan bantuan rumah rusak sedang akan mendapatkan bantuan senilai Rp5 juta hingga Rp10 juta, dan rumah rusak berat memperoleh bantuan hingga Rp17 juta.
“Kita asesmen dari BPBD ada kurang lebih 150 rumah,” ujar Nofriady.
Selain dari APBD, lanjut Nofri, sejumlah pihak juga ikut menyalurkan bantuan melalui program CSR sebanyak 75 unit dari PT Kawah, dari PLN dua unit, dan dari Budha Suci insyaallah ada 100 unit. Lipo Group juga berkontribusi sekitar 200 unit.
Kemudian sebanyak 1.600 unit rumah akan dibangun melalui program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Itu akan difokuskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan rumah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat,” imbuhnya. (luthfi)



















