SATELITNEWS.COM, LEBAK–Keberadaan Pos Kesehatan Merah Putih di Lebak yang baru diresmikan pada 16 Februari 2026 menuai kritik. Fasilitas layanan kesehatan yang berada di area parkir Stasiun Rangkasbitung itu dinilai belum memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah seorang warga Rangkasbitung, Andi, mengaku menyayangkan kondisi pos kesehatan yang kerap kosong tanpa petugas. Padahal, menurutnya, layanan tersebut sangat dibutuhkan, terutama bagi warga atau penumpang yang mendadak mengalami gangguan kesehatan di kawasan stasiun. “Baru diresmikan beberapa hari, tapi sudah sering kosong. Kami berharap ada petugas yang berjaga, karena layanan kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menilai keberadaan Pos Kesehatan Merah Putih seharusnya bisa dimaksimalkan, mengingat lokasinya berada di titik keramaian dan mobilitas warga cukup tinggi. Terlebih, program tersebut merupakan inisiasi pemerintah pusat yang diharapkan mampu mendekatkan akses layanan kesehatan dasar. “Padahal ini program pusat tapi berasa kehadiran pos kesehatan ini tidak memberikan manfaat dan terkesan menghamburkan anggaran saja,” tandasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Enda Komarudin, menjelaskan bahwa kehadiran Pos Kesehatan Merah Putih memang ditujukan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang mendadak sakit di area keramaian. Ia mengatakan, operasional layanan Pos Kesehatan Merah Putih mengacu pada ketentuan dari Pemerintah Provinsi Banten.
“Jam pelayanan dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan dukungan empat tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan asisten apoteker,” ujar Endang. Enda juga menegaskan bahwa fungsi utama pos tersebut diprioritaskan untuk penanganan kejadian darurat atau warga yang mendadak sakit di lokasi, bukan untuk layanan pengobatan umum seperti di puskesmas.
“Jadi masyarakat yang memang berniat berobat secara umum tidak bisa dilayani di pos itu. Prioritasnya untuk kondisi mendadak di sekitar area tersebut,” tandasnya. Menurutnya, penempatan pos di kawasan stasiun sudah melalui pertimbangan strategis. Sebab, wilayah pelosok pada dasarnya telah terlayani fasilitas puskesmas.
Baca Juga: Rumah Sehat Wahana, Bukti Komitmen WAG Beri Pelayanan Kesehatan Berkualitas
“Kenapa didirikan di parkiran stasiun? Karena untuk menjangkau keramaian. Kalau di daerah pelosok, layanan kesehatan sudah tercover puskesmas,” jelasnya. Meski begitu, masyarakat berharap ke depan keberadaan Pos Kesehatan Merah Putih benar-benar siaga sesuai harapan awal hadir cepat saat dibutuhkan, bukan sekadar berdiri tanpa layanan. (mulyana)
























