SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Laga berat harus dijalani Inter Milan saat menjamu Bodo/Glimt pada leg kedua playoff Liga Champions 2025/2026 di Stadion San Siro, Rabu (25/2/2026) pukul 03.00 WIB. Usai takluk 1-3 pada leg pertama di Aspmyra Stadion, Nerazzurri wajib menang dengan selisih minimal dua gol untuk menjaga asa lolos ke fase berikutnya.
Kekalahan di Norwegia menjadi pukulan telak bagi Inter. Kondisi lapangan sintetis dan suhu dingin ekstrem disebut memengaruhi performa tim. Namun, kali ini situasi berbeda. Bermain di hadapan publik sendiri, Inter bertekad membalikkan keadaan demi harga diri dan reputasi klub di kompetisi elite Eropa.
Pelatih Cristian Chivu tetap menunjukkan optimisme. Kembalinya sejumlah pemain kunci seperti Denzel Dumfries, Nicolo Barella, dan Hakan Calhanoglu menjadi suntikan moral penting. Sayangnya, absennya Lautaro Martinez akibat cedera betis membuat lini depan kehilangan salah satu mesin gol andalannya.
Di kubu tamu, Bodo/Glimt datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Kjetil Knutsen mencatat tiga kemenangan beruntun di Liga Champions musim ini, termasuk hasil impresif atas Manchester City dan Atletico Madrid. Dengan kondisi fisik yang prima usai jeda musim dingin, wakil Norwegia itu siap memberi tekanan di San Siro.
Inter lebih unggul dalam pertemuan kedua tim. Salah satu catatan paling mencolok adalah kemenangan agregat 7-1 pada ajang Piala Winners 1978-79. Namun, perkembangan pesat Bodo/Glimt di kancah Eropa dalam beberapa musim terakhir membuat mereka tak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Secara historis, Inter dikenal kuat di fase gugur Liga Champions. Akan tetapi, data menunjukkan tantangan comeback kali ini sangat besar.
Dari 52 laga knockout, Inter hanya enam kali menang dengan margin dua gol. Mereka bahkan belum pernah menang dengan selisih tiga gol di fase gugur.
Contoh terbaru tim yang lolos setelah kalah dua gol di leg pertama adalah Liverpool pada 2019. Fakta ini menggambarkan betapa langkanya skenario yang kini dibutuhkan Inter.
Di sisi lain, kondisi domestik Inter sedang ideal. Tujuh kemenangan beruntun di Serie A, termasuk 2-0 atas Lecce, membuat mereka memimpin klasemen dengan jarak 10 poin.
Inter harus bermain tanpa Lautaro Martinez yang mengalami cedera betis dan absen setidaknya satu bulan. Lini depan kemungkinan diisi kombinasi Francesco Pio Esposito, Marcus Thuram, dan Ange-Yoan Bonny.
Kabar positif datang dari kembalinya Denzel Dumfries, Nicolo Barella, dan Hakan Calhanoglu. Kehadiran trio ini meningkatkan kualitas transisi dan kreativitas lini tengah.
Bodo/Glimt datang dengan skuad penuh serta kondisi fisik segar berkat jeda musim dingin liga domestik. Stabilitas ini menjadi modal besar untuk menjaga keunggulan agregat.
Duo Jens Petter Hauge dan Kasper Hogh tetap menjadi tumpuan serangan. Hogh mencetak empat gol dalam tiga laga Liga Champions terakhir, sementara Hauge sudah mengoleksi lima gol musim ini. (dm)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
INTER MILAN (3-5-2): Sommer; Bisseck, Akanji, Bastoni; Henrique, Barella, Calhanoglu, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Esposito
Pelatih: Cristian Chivu
BODO/GLIMT (4-3-3): Haikin; Sjovold, Bjortuft, Gundersen, Bjorkan; Evjen, Berg, Fet; Blomberg, Hogh, Hauge
Pelatih: Kjetil Knutsen