SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Di balik padatnya permukiman Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, tersimpan kekuatan ekonomi kreatif yang tak bisa dipandang sebelah mata. RT 02 dan RT 05, RW 01, kini dikenal sebagai Kampung Nastar, sentra produksi kue kering rumahan yang telah bertahan lebih dari satu dekade dan sukses menembus pasar internasional.
Lurah Larangan Utara, Iwan Bambang Subekti, menyebut Kampung Nastar sebagai contoh nyata keberhasilan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Menurutnya, inisiatif warga membangun usaha dari rumah telah menciptakan kemandirian sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi dan ketekunan warga di RT 02 dan RT 05 RW 01. Kampung Nastar bukan sekadar produksi kue, tetapi bukti bahwa warga bisa saling merangkul, bekerja bersama, dan meningkatkan omzet keluarga tanpa harus keluar jauh dari lingkungan sendiri,” ujar Iwan, Selasa (24/2/2026).
Saat ini terdapat sekitar 26 industri rumahan aktif, terdiri dari tujuh unit di RT 02 dan 19 unit di RT 05 RW 01. Produknya tak hanya beredar di pasar lokal, tetapi juga telah merambah mancanegara. Pesanan tercatat datang dari Jerman, Belanda, hingga Malaysia.
Iwan berharap semangat kewirausahaan ini dapat menular ke RT lainnya di wilayah Larangan Utara. “Manfaatnya jelas, menambah pundi-pundi pendapatan warga sekaligus menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi wilayah karena prestasinya,” tambahnya.
Salah satu motor penggerak Kampung Nastar adalah Nuni Aryastuti, pemilik Nuni Cookies. Usaha keluarga yang dirintis sejak 1987 itu menjadi embrio terbentuknya ekosistem sentra kue kering di kawasan tersebut.
Baca Juga: 3 Titik Drainase Baru di Kelurahan Larangan Utara
“Awalnya ibu saya yang mengelola, lalu saya lanjutkan. Karyawan yang dulu bekerja bersama kami kemudian banyak yang membuka usaha sendiri di sekitar sini. Dari situ, pengurus RT dan RW mencetuskan nama Kampung Nastar,” jelas Nuni.
Memasuki momentum Idulfitri, aktivitas produksi meningkat signifikan. Nuni Cookies bahkan beroperasi 24 jam dengan sistem kerja bergilir. Dengan dukungan oven listrik modern, kualitas warna dan kematangan kue tetap terjaga meski produksi masif mencapai penggunaan sekitar 60 kilogram margarin per hari.
Keberadaan industri rumahan ini turut memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Banyak ibu rumah tangga terserap sebagai tenaga kerja, memperoleh penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya. Bagi masyarakat yang ingin mencicipi nastar dan aneka kue kering khas Larangan Utara, dapat mengunjungi Gang Subur RT 02 RW 01 No. 81 atau melalui akun Instagram @nunicookiez. Kampung Nastar membuktikan, dari gang sempit di sudut kota, produk lokal mampu berbicara di panggung global. (made)
























