SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Arsenal mengalahkan Chelsea yang harus mengakhiri laga dengan 10 pemain 2-1. Tiga gol yang lahir di laga ini semuanya berawal dari sepak pojok.
Arsenal vs Chelsea pada laga Derby London berlangsung di Emirates Stadium, Minggu (1/3/2026). The Gunners membuka keunggulan William Saliba di menit ke-21.
Gol bunuh diri Pierro Hincapie sesaat sebelum jeda bikin kedudukan sama kuat 1-1 saat turun minum. Meriam London kembali unggul dari gol Jurrien Timber di menit ke-66.
Semua gol yang lahir di laga ini berawal dari sepak pojok. Si Biru harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-70 usai Pedro Neto mendapatkan kartu kuning kedua.
Arsenal menang 2-1. Tambahan tiga angka bikin Arsenal kukuh di puncak klasemen Liga Inggris dengan 54 angka. Mereka unggul lima angka dari Manchester City di posisi kedua. Chelsea di urutan keenam dengan 45 poin.
Menariknya, seluruh gol yang terjadi di laga Arsenal vs Chelsea diawali dari sepak pojok. Pada akhirnya The Gunners yang sukses memanfaatkan peluang korner lebih baik daripada London Biru.
Tambahan 2 gol dari sepak pojok membuat Arsenal kini sudah mengoleksi 16 gol lewat situasi korner. Jumlah tersebut adalah yang paling banyak di Liga Inggris 2025/2026.
Dari 16 gol itu, 9 di antaranya merupakan gol kemenangan buat Arsenal. Meriam London jadi tim terbanyak melakukan itu dalam semusim Premier League, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Manchester United pada 2012/2013 (8 gol dari korner).
Arsenal juga menyamai pencapaian mereka pada 2023/2024 yakni mencetak 16 gol dari tendangan sudut. Arsenal adalah tim ketiga dalam sejarah Premier League yang melakukan itu setelah Oldham pada 1992/1993 dan West Bromwich Albion di musim 2016/2017.
Mikel Arteta selaku manajer Arsenal amat puas timnya bisa memaksimalkan peluang dari tendangan sudut. Menurutnya taktik itu bisa jadi berbahaya buat lawan. “Sangat penting (gol dari bola mati). Chelsea adalah tim terbaik kedua soal itu, lihatlah bakat yang mereka miliki. Kami beberapa kali kehilangan poin dari situasi lemparan ke dalam,” kata Arteta, dilansir dari BBC.
“Hari ini kami berhasil, memiliki opsi [mencetak gol] seperti ini sangat bagus. Bola mati bisa menjadi mimpi buruk untuk dihadapi,” ujarnya.
Arteta juga menilai timnya tak sepenuhnya bergantung pada bola mati untuk bikin gol. Bola mati hanya jadi opsi untuk mencetak banyak gol. “Setiap tim, jujur saja, melihat posisi mereka berdasarkan jumlah gol yang mereka cetak. Dan mereka mungkin memiliki kualitas mencetak gol yang lebih baik daripada tim lain. Tim serta pertandingan pada akhirnya ditentukan oleh aspek ini,” ujar Arteta dikutip dari situs Arsenal.
“Kami belum mencetak gol dari bola mati selama beberapa minggu terakhir, tetapi kami mencetak banyak gol dari permainan terbuka. Hari ini adalah kesempatan untuk mencetak gol dari situasi seperti itu. Kami melakukannya dengan sangat baik, tetapi kami juga kebobolan,” jelasnya.
Manajer Chelsea Liam Rosenior mempertanyakan keputusan wasit yang membiarkan pemain Arsenal merangkul pemainnya saat sepak pojok. Kondisi ini bikin The Gunners bisa mencetak gol. “Jadi, ada banyak aksi saling menahan dan bergulat yang terjadi sebelum bola benar-benar diberikan. Saya pikir itu perlu diperhatikan, karena menahan tetaplah menahan,” ujar Rosenior dikutip dari ESPN.
“Tapi saya tidak ingin merasa kesal. Kita perlu menanganinya dengan lebih baik. Kita hanya perlu menanganinya dengan lebih baik juga. Namun, saya pikir itu adalah sesuatu yang semakin sering terjadi. Bola mati sangat penting di liga ini, dan di setiap liga. Itu adalah sesuatu yang semakin sering terjadi, dan saya pikir itu adalah sesuatu yang perlu diperhatikan,” jelasnya. (dm)