SATELITNEWS.COM, SERANG – Banjir yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Banten, hingga Senin (9/3/2026) siang belum surut. Terkait hal itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bergerak cepat.
Diketahui, wilayah yang terkena banjir yakni Kota Tangerang Selatan meliputi tiga kecamatan atau delapan kelurahan. Dilokasi ini, sedikitnya ada 1.023 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi, antara 10 sampai 90 sentimeter.
Banjir juga melanda Kabupaten Tangerang yang tersebar di 16 kecamatan atau 69 kelurahan. Dilokasi ini, ada sebanyak 6.385 KK atau 5.397 rumah terdampak banjir dengan ketinggian air sekira 10 sampai 100 sentimeter.
Sedangkan di Kota Cilegon banjir melanda tiga kecamatan yang tersebar di enam kelurahan. Dilokasi ini ada sekira 1.041 KK terkena dampak banjir.
Selanjutnya di Kabupaten Serang, banjir melanda 12 kecamatan yang tersebar di 29 kelurahan atau desa. Dilokasi ini, ada sebanyak 211 KK terkena dampak banjir dan mayoritas pesawahan masyarakat terendam air.
Kemudian di Kota Serang, banjir melanda empat kecamatan dan tersebar di 15 kelurahan. Dilokasi ini, ada sekira 2.151 KK atau 528 rumah warga terkena dampak banjir.
Baca Juga: Antisipasi Terjadinya Pelanggaran, Wagub Dimyati Minta BPKP Perketat Pengawasan
Banjir juga merendam wilayah Kota Tangerang yang tersebar di 10 kecamatan atau 17 kelurahan. Dilokasi ini, ada sekira 50 KK terkena dampak banjir.
Secara keseluruhan, ada sebanyak 10.862 KK atau sebanyak 26.263 orang yang tinggal di 5.925 rumah terkena dampak banjir. Termasuk beberapa ruas jalan utama, gedung sekolah, fasilitas sosial (fasos), dan fasilitas umum (fasum) terkena dampak banjir.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, menginstruksikan kepada semua OPD terkait di lingkungan Pemprov Banten agar bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah. Instruksi itu disampaikan seiring dengan intensitas hujan tinggi masih mengguyur beberapa wilayah sejak beberapa hari terakhir.
“Saya minta kepada semua OPD harus segera tanggap darurat untuk mengantisipasi banjir. Hujannya sangat deras, dari pagi sampai malam, pagi ini juga masih turun hujan, jadi harus bergerak cepat,” ungkapnya.
Dimyati mengaku, prihatin dengan kondisi masyarakat yang terdampak banjir di berbagai wilayah. Oleh karena itu, persoalan yang sekarang terjadi di masyarakat menjadi pemerintah utama Pemprov Banten.
“Kita harus hadir dengan cepat memberikan penanganan dan bantuan kepada warga. Karena itu semua dinas harus bergerak,” tuturnya.
Baca Juga: Resmikan Gedung Baru Bank Banten Pandeglang, Dimyati: Ekonomi Daerah Akan Tumbuh
Dimyati meminta kepada sejumlah OPD terkait, agar langsung bergerak kesemua lokasi banjir dan melakukan penanganan bencana, mulai dari dinas teknis penanganan bencana hingga ke penanganan sosial.
“Pertama Dinas Sosial, BPBD, PUPR, Perkim, dan semua dinas terkait saya minta aktif,” ujarnya.
Menurut Dimyati, banjir yang terjadi di beberapa wilayah menjadi gambaran tingginya potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Oleh karena itu, dia menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar memiliki kepekaan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat seperti banjir.
“Kita harus punya sense of crisis terhadap kondisi ini,” kata Dimyati.
Kepala Pelaksana Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengatakan, sejak terjadi banjir pihaknya langsung menuju lokasi kejadian untuk membantu melakukan evakuasi dan penanganan banjir.
“Sejak pertama terjadi banjir, kita kolaborasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri dan relawan membantu masyarakat terdampak dengan menerjunkan anggota dan peralatan prahu dan lainnya,” pungkasnya.
Lutfi mengatakan, ada sebanyak 40 personel BPBD Provinsi Banten yang diterjunkan ke semua lokasi banjir untuk membantu melakukan penanganan. Mereka akan terus membantu masyarakat sampai banjir surut dan masyarakat kembali beraktivitas.
“Personil bpbd provinsi 40 orang, tersebar di Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang, Kabupaten Serang , dan Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Lutfi menerangkan, dari hasil pemantauan banjir disemua lokasi di Banten, penyebab banjir tersebut karena intensitas hujan yang tinggi ditambah tersendatnya aliran air, baik drainase maupun aliran sungai oleh sampah dan lainnya.
Saat ini, kata dia, ada beberapa hal yang dibutuhkan masyarakat yang terkena banjir, yaitu makanan siap saji, perahu evakuasi, obat-obatan, selimut, family kit, baby kit, dan lainnya.
“Kita juga akan melakukan penanganan pasca banjir, nanti setelah surut. Yaitu mengirimkan bantuan logistik oleh Dinas Sosial Provinsi dan BPBD kabupaten/kota yang wilayahnya terdampak,” imbuhnya. (adib)



















