SATELITNEWS.COM, LEBAK–Rumah Aspirasi Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, mendadak disegel oleh pemilik bangunan pada Selasa (10/3/2026) pagi. Penutupan bangunan yang selama ini dikenal sebagai tempat menampung aspirasi masyarakat itu dilakukan setelah muncul sejumlah laporan terkait aktivitas yang dinilai tidak wajar.
Pantauan di lokasi, bangunan bercat merah kombinasi hitam tersebut tampak gerbang berwarna hitam tertutup rapat menggunakan gembok. Pada rolling door rumah aspirasi juga ditempel selembar kertas bertuliskan bahwa rumah aspirasi tersebut ditutup. Di bagian depan bangunan terlihat terpampang foto Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya.
Saat didatangi, tidak terlihat adanya penjaga maupun aktivitas di sekitar rumah aspirasi tersebut. Padahal sebelumnya, lokasi itu kerap didatangi sejumlah orang, termasuk pejabat pemerintah yang menggunakan kendaraan dinas berpelat merah. Seorang warga sekitar mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan penutupan bangunan tersebut. Namun menurutnya, penyegelan dilakukan secara singkat pada pagi hari.
Pemilik bangunan yang juga ayah kandung Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya, membenarkan bahwa rumah aspirasi tersebut telah ditutup. Keputusan itu diambil setelah dirinya menerima sejumlah laporan terkait aktivitas yang dinilai tidak semestinya. “Betul, rumah aspirasi itu saya tutup karena sering dipakai hal-hal yang tidak benar,” tegas JB, melalui sambungan teleponnya kepada wartawan.
Mantan Bupati Lebak dua periode itu menilai keberadaan relawan politik yang masih aktif setelah Pilkada selesai tidak tepat. Menurutnya, relawan seharusnya membubarkan diri setelah kontestasi politik berakhir. “Di berbagai daerah, setelah selesai Pilkada para relawan itu harus membubarkan diri, bukannya terus eksis,” ujarnya. Ia juga menilai keberadaan relawan yang terus berada di sekitar kepala daerah justru dapat mengganggu kewibawaan pemerintahan.
Sementara, Ketua Tim Aspirasi Hasbi Jayabaya, Iman Pribadi, membenarkan bahwa rumah aspirasi tersebut ditutup. Menurutnya, penutupan sudah direncanakan sejak lama karena bangunan tersebut rencananya akan digunakan untuk keperluan lain. “Iya, memang sudah lama mau ditutup karena rencananya bangunan itu akan dijadikan Bank Sinabung. Kami juga sudah lama meminta agar tempat itu dikosongkan,” kata Iman.
Baca Juga: Sentil Sejumlah Pejabat Lebak, Mulyadi Jayabaya Minta Kepala DPMPTSP Diganti
Terkait adanya dugaan praktik transaksi jabatan di rumah aspirasi tersebut, Iman menyebut hal tersebut tidak bisa dipastikan. Menurutnya, siapa pun yang ingin menyampaikan aspirasi pada dasarnya bisa datang ke rumah tersebut. Ia menambahkan, bangunan tersebut merupakan milik pribadi Mulyadi Jayabaya sehingga keputusan penutupan sepenuhnya menjadi hak pemilik. “Betul rumah itu milik Pak JB, jadi itu hak pak JB,” tandasnya.(mulyana)























