SATELITNEWS.COM, SERANG – Dua orang warga Banten, bernama Tommy dan Tetap Siregar selesai dievakuasi,Vdan tiba di tanah air. Keduanya merupakan tenaga ahli, yang bekerja di Teheran, Iran dan terpaksa kembali karena kondisi perang.
Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Banten Ika Sri Erika mengatakan, dua orang warga Banten itu dievakuasi bersama dengan 32 Warga Negara Indonesia (WNI/ lainnya. Keduanya tiba di tanah air melalui Bandara Internasional Soelarno-Hatta, Rabu (11/3/2026).
“Keduanya sudah kembali berkumpul dengan keluarga. Keduanya diketahui bekerja sebagai tenaga ahli di Teheran dan termasuk dalam rombongan 32 WNI yang dipulangkan Kementerian Luar Negeri RI menyusul situasi keamanan di Iran,” katanya.
Dia mengatakan, sebelum selamat sampai ke tanah air, Pemprov Banten ikut memantau proses kepulangan keduanya untuk memastikan mereka tiba dalam kondisi sehat.
“Kami dari Pemprov Banten melalui Badan Penghubung Daerah menerima dua orang dari total 32 WNI yang dievakuasi dari Iran. Mereka berasal dari Kota Tangerang dan Tangerang Selatan yang bekerja sebagai tenaga ahli di Teheran,” tambahnya.
Dia menjelaskan, setelah didata, pihak mereka langsung dijemput oleh pihak keluarga ke kediaman masing-masing. Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk mengetahui perkembangan di zona perang karena berkaitan dengan WNI, khususnya warga Banten.
Baca Juga: DPRD Banten Pertanyakan Kekosongan Kepsek Hingga Plt Dirut RSUD
“Alhamdulillah, sudah kami terima dalam keadaan sehat. Mereka tiba setelah berita acara dibuat dan langsung dijemput oleh keluarga masing-masing di bandara,” ujarnya.
Dia menerangkan, Pemprov Banten melalui Badan Penghubung Daerah merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan dan keberadaan warga Banten, termasuk yang berada di luar negeri.
Koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan agar setiap warga Banten yang terdampak situasi darurat di luar negeri dapat memperoleh pendampingan hingga kembali ke daerah asal.
“Pemprov Banten tentu berupaya hadir dan memastikan warga Banten yang berada di luar negeri mendapatkan perhatian serta dapat kembali ke tanah air dengan selamat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia mengevakuasi 32 WNI dari Iran secara bertahap sebagai langkah perlindungan terhadap warga negara di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Dua warga Banten menjadi bagian dari rombongan yang telah tiba dengan selamat di Indonesia.
Ketua Fraksi PKS DPRD Banten Gembong R Sumedi, mengecam aksi peperangan diwilayah Iran tersebut. Kata dia, serangan yang dilakukan Israel dan sekutu merupakan tindak kejahatan dan segera ditindak oleh pengadilan internasional.
Baca Juga: Pemprov Banten Janji Segera Isi Kekosongan Jabatan Kepsek
“Kami jelas mengutuk aksi peperangan itu. Saya juga heran PBB sekarang itu seperti enggak ada taringnya. Apalagi setelah kematian Ayatollah Khomaeni,” tandasnya.
Dia juga berpesan kepada Pemprov Banten dan pemerintahan Republik Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, agar bisa memberikan jaminan keamanan dan kemudahan kembali ke tanah air bagi WNI yang bekerja di Iran.
“Tentunya harus menjadi perhatian pemerintah juga, supaya saudara kita senegara bisa mendapatkan jaminan keamanan. Harus terus berkoordinasi, karena banyak juga saudara kita yang tinggal di Iran,” imbuhnya. (adib)



















