SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemerintah Pusat, telah menyelesaikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.
Sarana itu sengaja dibangun, sebagai upaya meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan di Kabupaten Pandeglang karena terjadi modernisasi wilayah pesisir yang dilakukan pemerintah agar dapat meningkatkan harga jual ikan hasil tangkapan mereka.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, pemerintah saat ini fokus bagaimana nelayan bisa hidup sejahtera dan naik kelas. Salah satu upaya itu, melalui program KNMP.
“Pelelangan yang dulu kumuh, melalui program KNMP dibuat lebih bersih, rapi dan tertata dengan baik. Termasuk pengelolaannya juga lebih modern,” katanya, Jumat (13/3/2026).
Menurut Dimyati, KNMP Cikiruhwetan menjadi salah satu proyek percontohan modernisasi pesisir. Pembangunan yang dilakukan meliputi tempat pelelangan yang modern, dermaga, bengkel, dan balai nelayan untuk pelatihan dan peningkatan taraf hidup dan ekonomi nelayan setempat.
“Anggaran yang digelontorkan pemerintah ke sini sudah sangat besar. Maka dari itu, saya berpesan kepada masyarakat di sini agar benar-benar merawat semua fasilitas yang sudah disediakan ini untuk kepentingan bersama,” ujarnya.
Baca Juga: Korsleting Listrik, 1 Rumah di Cimanuk Pandeglang Ludes Terbakar
Mawardi (70) Nelayan Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik mengaku, selama ini ikan hasil tangkapannya dihargai murah. Bahkan, hanya sedikit uang yang bisa ia bawa pulang dari hasil penjualan ikan segar.
“Ya itu tadi. Pertama kita kan ada pengeluaran untuk solar. Itu ngambilnya cukup jauh dan harganya berbeda,” tukasnya.
Kemudian, lanjutnya, biaya operasional dan logistik selama melaut menjadi beban para nelayan. Menurutnya, antara pendapatan dan pengeluaran saat melaut begitu tipis. Belum lagi hasil tangkapan yang harus dibagi antara kru kapal selama berlayar.
“Karena nggak bisa melaut sendiri,” imbuhnya.
Dia juga mengeluhkan kondisi cuaca yang dalam setahun terakhir tidak bersahabat. Hal itu membuat sebagian besar nelayan tidak berani melaut karena berisiko tinggi.
Sedangkan mata pencaharian sebagian besar masyarakat di Cikeusik adalah nelayan. “Itu juga seharusnya bisa diperhatikan,” tukasnya. (adib)
Baca Juga: Andra Soni: Irigasi Cisata Pandeglang Tingkatkan Produktivitas Petani
























