SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Untuk menjaga kesehatan para pemudik, baik pengendara roda dua maupun roda empat yang melakukan perjalanan pada libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menyiagakan 12 titik pos kesehatan dengan mengerahkan 264 tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan penyiapan pos kesehatan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor 164 Tahun 2026. Berdasarkan surat edaran itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang diarahkan untuk mendirikan posko kesehatan selama 16 hari, mulai 14 Maret hingga 29 Maret 2026 mendatang.
“Kita dirikan posko kesehatan di 12 titik, hal itu berdasarkan SE dari Kemenkes Nomor 164 Tahun 2026,” kata Hendra kepada Satelit News, kemarin.
Ia menjelaskan, dalam operasional pos kesehatan tersebut pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai instansi, di antaranya kepolisian, TNI, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan di setiap pos.
Sebanyak 264 tenaga medis disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para pemudik. Setiap pos akan diisi sembilan tenaga medis yang bekerja dengan sistem tiga sif.
“Kita nanti akan berkolaborasi juga dengan Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dishub. Setiap pos akan diisi sembilan tenaga medis dengan sistem tiga sif,” katanya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Dorong Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi Jadi Warisan Generasi Muda
Selain pos kesehatan di jalur mudik, lanjut Hendra, Dinas Kesehatan juga menyiapkan tujuh posko utama yang berada di puskesmas dengan layanan rawat inap. Di fasilitas kesehatan tersebut, para tenaga medis akan tetap siaga meskipun pada hari libur Lebaran 2026.
“Selain di 12 posko, kita juga memiliki posko utama di puskesmas rawat inap,” katanya.
Lebih lanjut, Hendra menambahkan bahwa selain bersiaga di posko kesehatan mudik, Dinas Kesehatan juga telah mendirikan posko kesehatan di sejumlah titik banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan laporan dari puskesmas, terdapat sejumlah warga terdampak banjir yang mengalami gangguan kesehatan, di antaranya penyakit gatal-gatal dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Berdasarkan laporan dari puskesmas, terdapat 34 orang yang terkena gatal-gatal dan 10 orang teridentifikasi ISPA,” katanya.
(alfian/aditya)




















