SATELITNEWS.COM, LEBAK–Warga Kampung Sabagi, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, terpaksa memperbaiki jalan rusak secara swadaya. Aksi ini dilakukan lantaran jalan penghubung lima desa tersebut tak kunjung mendapat penanganan dari pemerintah.
Jalan yang menghubungkan Desa Rangkasbitung, Pasirtanjung, Sangiang Tanjung, Margajaya, hingga Tambak itu kini kondisinya memprihatinkan. Saat hujan turun, ruas jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan pengendara.
Ketua RW Kampung Sabagi, Piok mengatakan, perbaikan jalan dilakukan sebagai bentuk protes warga yang sudah lama menunggu perhatian pemerintah.
“Motivasi kami karena jalan ini rusak parah dan dibiarkan. Makanya warga turun langsung ke jalan sebagai bentuk protes,” kata Piok, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, kondisi jalan tersebut sudah rusak selama puluhan tahun tanpa adanya perbaikan signifikan. Warga pun mulai kehilangan kesabaran.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Supriadi. Ia menegaskan, aksi turun ke jalan merupakan luapan kekesalan masyarakat terhadap pemerintah.
Baca Juga: Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
“Kami turun ke jalan ini bentuk kekesalan warga. Sudah puluhan tahun jalan ini belum diperbaiki. Kami juga membawa spanduk berisi sindiran untuk pemerintah,” ujarnya.
Untuk memperbaiki jalan, warga bahkan harus menggalang dana secara mandiri. Mereka meminta sumbangan dari pengendara yang melintas dengan membawa kardus kosong.
“Uang yang kami dapat dari minta-minta di jalan kami belikan batu dan semen untuk perbaikan. Ini murni swadaya masyarakat,” ungkapnya.
Warga juga menagih janji Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, dan Gubernur Banten, Andra Soni, yang dinilai belum terealisasi hingga saat ini.
Mereka berharap pemerintah segera turun tangan dan memberikan solusi konkret agar akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga itu bisa segera diperbaiki secara layak.(mulyana)























