SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang memfasilitasi program sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja sektor pariwisata bekerja sama dengan LSP Pariwisata Bhatara Tunas Profesional. Kegiatan yang dibiayai melalui APBD Kota Tangerang ini digelar pada 15–16 April 2026 dengan melibatkan 70 peserta bertempat di Hotel Golden Tulips Jalan Jenderal Sudirman, Cikokol, Kota Tangerang.
Peserta sertifikasi terdiri dari 30 tenaga waitress, 25 room attendant, dan 15 demi chef. Program ini menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata. “Ini merupakan kesempatan pertama bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang memfasilitasi sertifikasi tenaga pariwisata. Sebelumnya pada perubahan anggaran 2025 kami melakukan pelatihan, dan sekarang ditindaklanjuti dengan sertifikasi kompetensi,” ujar Kepala Bidang Pariwisata Kota Tangerang, Dayanti Anggraeni kepada awak media usai membuka kegiatan, Rabu (15/4/2026) siang.
Menurutnya, penguatan kompetensi SDM menjadi penting karena Kota Tangerang terus berkembang sebagai kota penunjang sektor pariwisata dan jasa. Selain promosi destinasi, kualitas pelayanan tenaga kerja juga harus ditingkatkan. “Sertifikasi ini nantinya berlaku secara nasional dan bisa digunakan peserta untuk melamar kerja di berbagai hotel di Indonesia,” katanya.
Ketua PHRI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tangerang yang membiayai program sertifikasi tersebut. Menurutnya, peningkatan profesionalisme tenaga kerja sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan industri perhotelan dan restoran. “Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, kami berharap para pekerja menjadi lebih profesional sehingga pelayanan kepada tamu semakin maksimal,” ujarnya.
Oman menambahkan, posisi strategis Kota Tangerang yang dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta membuat sektor perhotelan dan restoran memiliki peluang besar dalam melayani wisatawan maupun pelaku perjalanan. “Banyak tamu yang datang karena lokasinya dekat bandara. Karena itu kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar tamu merasa puas,” katanya.
Sementara, Direktur LSP Bhatara Tunas Perkasa, Budi Waluyo, menegaskan sertifikasi kompetensi menjadi hal penting bagi pekerja profesional di sektor pariwisata untuk meningkatkan daya saing. “Pekerja profesional harus diakui melalui sertifikasi kompetensi. Ini penting agar tenaga kerja kita mampu bersaing secara global,” ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Dorong Penguatan Pokdarwis untuk Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan
Ia menjelaskan, sertifikasi yang diberikan telah mengacu pada standar kompetensi dan sebagian di antaranya juga diakui melalui skema Mutual Recognition Arrangement (MRA), sehingga dapat digunakan untuk melamar pekerjaan di berbagai negara Asia.
Menurut Budi, saat ini secara nasional baru sekitar 40 persen tenaga kerja di sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran yang memiliki sertifikasi kompetensi. Salah satu kendala utama adalah biaya sertifikasi yang cukup mahal jika dilakukan secara mandiri. “Karena itu program yang difasilitasi pemerintah sangat membantu pekerja maupun industri. Harapannya program seperti ini bisa terus diperluas agar semakin banyak SDM pariwisata yang tersertifikasi,” katanya. (made)
























