SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Rencana penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan SKKI, Kecamatan Serpong Utara mendapat penolakan dari warga sekitar.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memilih mengoptimalkan pengaturan lalu lintas dengan menempatkan petugas di lapangan serta melakukan sejumlah pembenahan infrastruktur.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas tetap dilakukan tanpa penerapan SSA, dengan fokus pada kelancaran arus kendaraan terutama pada jam sibuk.
“Terkait dengan manajemen rekayasa lalu lintas pada Jalan SKKI diberlakukan dengan beberapa skenario,” ujar Martha saat dikonfirmasi, Senin (20/4).
Martha melanjutkan, skema pertama yakni dengan penempatan petugas kepolisian dan Dishub pada jam sibuk pagi pukul 06.00-08.00 WIB dan sore hari pukul 16.00-17.30 WIB.
“Lalu penempatan barrier dan penindakan atau penilangan terhadap hambatan samping pelanggar lalu lintas,” katanya.
Baca Juga: Korpri Night Run 2026 Siap Digelar, Jalan Gading Serpong Akan Direkayasa
Selain pengaturan di lapangan, sejumlah langkah teknis juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan keamanan jalan. Di antaranya perapian bahu jalan di sisi kiri dan kanan simpang SKKI sepanjang 5 meter dengan lebar 1 meter yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Banten.
“Perapian bahu jalan pada sisi kiri dan sisi kanan simpang SKKI sepanjang 5 meter dan lebar 1 meter oleh Dinas PU Banten,” sebutnya.
Dishub juga akan melakukan relokasi sejumlah fasilitas jalan seperti tiang penerangan jalan umum (PJU), tiang lampu lalu lintas, serta papan nama jalan. Sementara itu, relokasi tiang listrik akan dilakukan sebagai solusi jangka pendek, bersamaan dengan rencana perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.
“Ke depan, peningkatan kapasitas jalan juga direncanakan, dari lebar right of way (ROW) 7 meter menjadi 20 meter oleh Dinas SDABMBK,” tambah Martha.
Di sisi lain, penolakan warga terhadap rencana SSA masih cukup kuat. Anwar, salah satu warga sekitar, menilai kebijakan tersebut justru akan menyulitkan masyarakat.
“Ini jalan utama, bukan jalan alternatif. Banyak anak sekolah dan pekerja yang melintas setiap hari. Kalau harus memutar, jaraknya jadi sangat jauh sampai ke Gading Serpong,” ungkapnya.
Baca Juga: Dishub Tangsel Kaji Amdalalin Pool Taksi Green SM, Nasibnya Bergantung Hasil Revisi
Dishub memastikan akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan serta mempertimbangkan aspirasi masyarakat sebelum mengambil kebijakan lanjutan terkait pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut. (eko)





















