SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Abraham Garuda Laksono, mendorong LPK dan SMK Gyokai Indonesia Kompeten di Cisoka menjadi percontohan bagi pengembangan pendidikan vokasi di Provinsi Banten. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja Komisi V DPRD Banten, Senin (9/2/2026), dalam rangka koordinasi pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Dalam kunjungan tersebut, Abraham menilai sinergi antara sekolah, lembaga pelatihan kerja (LPK), dan dunia industri di Gyokai Indonesia Kompeten sudah berjalan sangat baik dan layak direplikasi.
“Hari ini kami dari Komisi V DPRD Provinsi Banten hadir di SMK dan LPK Gyokai Indonesia Kompeten di Kabupaten Tangerang. Luar biasa sekali, kami meninjau langsung. Bukan hanya SMK dan LPK-nya, tetapi juga industri turut hadir. Kami berdiskusi, belajar, dan ada juga dari Asda Kabupaten Tangerang serta mitra-mitra lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, model kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang siap kerja karena proses pembelajaran sudah disesuaikan dengan kebutuhan industri atau business matching.
“Kami ingin SMK-SMK lainnya bisa maju seperti ini. Bagaimana anak-anak di Banten benar-benar mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri di Provinsi Banten,” katanya.
Abraham menambahkan, pihaknya akan mendorong agar konsep yang diterapkan di Gyokai dapat diadopsi secara lebih luas, baik melalui penguatan kurikulum maupun kebijakan di tingkat daerah.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Kami akan berkoordinasi intens dengan Dinas Pendidikan dan mitra Komisi V untuk memformulasikan langkah ke depan. Bisa melalui kurikulum maupun kebijakan seperti Perda, termasuk mengevaluasi aturan yang sudah ada,” jelasnya.
Terkait sistem pemagangan, Abraham menilai program yang berjalan sudah berada di jalur yang tepat meski masih dalam tahap awal. Ia menekankan pentingnya keterlibatan industri dalam memberikan masukan langsung.
“Yang perlu dititikberatkan adalah apa yang dipelajari siswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Tadi industri juga hadir dan memberikan input untuk pengembangan ke depan,” ungkapnya.
Menurutnya, sistem ini menjadi solusi agar lulusan tidak hanya memperoleh pekerjaan, tetapi juga memiliki kesiapan dan kompetensi yang memadai saat memasuki dunia kerja.
“Ketika lulus, mereka sudah siap kerja. Bahkan ada yang memilih melanjutkan pendidikan atau masuk kedinasan. Ini sangat baik dan bisa menjadi percontohan bagi SMK lain, LPK, maupun instansi lainnya,” katanya.
Ia berharap, ke depan semakin banyak lembaga pendidikan vokasi di Banten yang mampu mencetak lulusan unggul dan siap bersaing di dunia kerja.
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru
“Harapan kami, anak-anak kita tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga benar-benar siap saat bekerja,” pungkasnya. (aditya)




















