SATELITNEWS.COM, SERANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang mengusung tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’, Pemerintah Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, bersama semua elemen masyarakat, berziarah, tabur bunga, dan tasyakuran, di Makam Camat Pertama, KH Syariq.
Kegiatan yang sarat makna sejarah ini, berlokasi di Kampung Bojongneros, Desa Panosogan, Kecamatan Cikeusal.
Ziarah dan tasyakuran ini, telah menjadi tradisi rutin tahunan masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan, rasa syukur, serta apresiasi atas jasa dan perjuangan KH. Syariq bin H. Sadam.
Beliau merupakan tokoh penting dalam sejarah lokal, yakni sebagai Camat Pertama Cikeusal pada masa awal kemerdekaan RI, yang dilantik langsung oleh Bupati Serang pertama, Brigjen Anumerta KH. Syam’un.
Selain itu, KH. Syariq juga merupakan pendiri Perguruan Al-Khairiyah Cikeusal, pada tahun 1932 yang menjadi pilar pendidikan Islam di wilayah tersebut.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang, H. Febrianto, yang hadir mewakili Bupati Serang. Turut hadir jajaran Pemerintah Kecamatan Cikeusal, unsur Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, serta warga sekitar.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan di Anyer – Cinangka Kabupaten Serang Tembus 3,5 Juta
Asisten Daerah (Asda) II Setda Kabupaten Serang, Febriyanto, mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni mengenang sosok pemimpin terdahulu, melainkan menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan KH. Syariq.
“Hari ini, kita tidak sekadar berkumpul dalam sebuah seremonial kenangan. Kita hadir untuk menziarahi jejak sejarah, yang ditulis oleh tinta emas pengabdian seorang putra terbaik daerah ini, KH. Syariq. Beliau bukan hanya tercatat sebagai Camat Pertama Cikeusal, tetapi juga dikenang sebagai sosok yang meletakkan fondasi pemerintahan yang mengayomi masyarakat,” ujar Febriyanto, Minggu (2/8/2026).
Ia menjelaskan, pada masa awal berdirinya Kecamatan Cikeusal, tantangan yang dihadapi KH. Syariq tidak hanya sebatas membangun administrasi pemerintahan maupun infrastruktur.
Lebih dari itu, beliau berhasil membangun kepercayaan masyarakat, mempererat persatuan, serta menghadirkan pemerintahan yang melayani dan melindungi rakyat.
Menurutnya, dengan bekal ilmu agama yang kuat serta akhlakul karimah, KH. Syariq mampu menjadikan kantor kecamatan bukan sekadar bangunan pemerintahan, melainkan rumah bersama tempat masyarakat memperoleh keadilan, kenyamanan, dan ketenteraman.
“Aspek yang paling dikenang dari beliau adalah, perpaduan antara ketegasan sebagai seorang birokrat dengan kelembutan seorang ulama. Beliau merupakan sosok yang terdidik, sebagai santri dan murid Brigjen TB. Tsam’un, sehingga nilai-nilai kepemimpinan, disiplin, dan pengabdian tertanam kuat dalam dirinya. Setiap kebijakan ditempuh melalui musyawarah, setiap nasihat disampaikan dengan penuh kebijaksanaan,” tuturnya.
Baca Juga: Taat Bayar PBB, Pemkab Serang Undi 2 Tiket Umrah Untuk Warga
Febriyanto menambahkan, meskipun KH. Syariq telah wafat, warisan nilai yang ditinggalkan tetap hidup di tengah masyarakat. Kerukunan warga yang masih terpelihara hingga kini, menjadi bukti nyata keberhasilan kepemimpinan beliau.
“Kerukunan masyarakat yang terus terjaga, merupakan mahkota kepemimpinan KH. Syariq yang sesungguhnya. Mahkota itu bukan terbuat dari emas ataupun permata, melainkan dari cinta, kepercayaan, dan ridha masyarakat yang beliau layani dengan sepenuh hati,” ungkapnya.
Sebagai Asisten Daerah II, Febriyanto menegaskan, Pemerintah Kabupaten Serang memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkan fondasi yang telah dibangun para pendahulu.
“Tugas kami, bukan mengganti fondasi yang telah dibangun, melainkan merawat, memperkuat, dan meneruskannya dengan semangat yang sama, yakni melayani tanpa pamrih, memimpin dengan hati, serta bekerja demi kemuliaan Allah SWT dan kemaslahatan masyarakat,” ujarnya lagi.
Febriyanto juga menyampaikan penghargaan, kepada keluarga besar almarhum KH. Syariq atas dukungan yang diberikan selama masa pengabdian beliau kepada masyarakat dan pemerintahan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, menjadikan momen mengenang KH. Syariq sebagai penyemangat untuk melanjutkan estafet kebaikan yang telah diwariskan.
“Jejak pengabdianmu menjadi peta bagi kami, doa-doamu menjadi pelita dalam setiap langkah, dan keteladananmu akan selalu abadi dalam sejarah Kecamatan Cikeusal,” pungkasnya.
Sementara, Camat Cikeusal, Abdulmanan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar KH. Syariq dan panitia HUT RI tingkat kecamatan, yang telah memfasilitasi agenda tahunan ini.
“Kami mengapresiasi penyelenggaraan tasyakuran dan ziarah ini. Ke depan, kegiatan ini akan terus kami evaluasi agar dapat dikemas lebih meriah dan khidmat lagi. Selain itu, penting bagi kita untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi yang baik, demi membawa Cikeusal menuju arah yang lebih baik,” ujar Abdulmanan.
Abdulmanan juga mengajak seluruh pihak, merumuskan penetapan Hari Lahir (Harlah) Kecamatan Cikeusal yang menurut catatan sejarah jatuh pada 6 November, agar nantinya dapat dirangkaikan dengan peringatan Haul KH. Syariq pada 8 November.
“Dengan adanya kegiatan ini, semoga kita bisa meneladani sosok almarhum KH. Syariq. Beliau adalah pemuka agama, sekaligus pimpinan pemerintahan pertama di Cikeusal, serta murid dari Pahlawan Nasional Brigjen KH. Syam’un. Ini membuktikan, pentingnya keseimbangan antara kepemimpinan agama dan pemerintahan. Jejak langkah, keilmuan, serta keikhlasan beliau harus menjadi teladan bagi kita semua,” tukasnya.
Seorang warga setempat, Lalan Ruyatullah, menyambut positif konsistensi penyelenggaraan kegiatan ini menjelang peringatan kemerdekaan.
“Melalui momentum HUT RI ke-81 ini, masyarakat diajak untuk senantiasa mengingat akar sejarah dan meneladani nilai-nilai perjuangan KH. Syariq bin H. Sadam. Harapannya, generasi muda Cikeusal khususnya, dapat terus belajar agar menjadi bagian dari bangsa yang besar dan tidak melupakan sejarahnya,” tuturnya. (sidik)




















