SATELITNEWS.COM, SERANG – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Provinsi Banten, masuk peringkat dua Nasional. Kini, Provinsi Banten menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia, dalam hal pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Program yang diinisiasi Gubernur Banten Andra Soni itu pun, mendapat apresiasi langsung dari Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Filep Wamafma, saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sitanala, Kota Tangerang, Senin (5/10/2026) lalu.
Filep mengatakan, Pemprov Banten berhasil dalam melaksanakan program CKG tersebut karena tingginya animo masyarakat yang berpartisipasi.
Bahkan, kata dia, Pemprov Banten mencatatkan jumlah masyarakat yang menikmati program itu, hampir menyentuh angka delapan juta orang.
”Pelaksanaan CKG di Banten, menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” tandasnya.
Filep mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan inventariasasi pelaksanaan Program CKG, karena perlu memahami secara langsung strategi penerapan program tersebut, sehingga manfaatnya dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Baca Juga: Antisipasi Terjadinya Pelanggaran, Wagub Dimyati Minta BPKP Perketat Pengawasan
“Hasil inventarisasi ini akan menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi Komite III DPD RI kepada pemerintah pusat. Proses dan strategi pelaksanaan di Banten diharapkan dapat diduplikasi oleh daerah lain,” ujarnya.
Direktur Fasilitasi dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Roy Himawan mengapresiasi kinerja Pemprov Banten. Dia berharap, program ini semakin masif menjangkau seluruh lapisan masyarakat di wilayah Tanah Jawara.
”Langkah pengecekan kesehatan ini, akan memberikan data valid mengenai tingkat kesehatan masyarakat Indonesia. Gambaran ini berguna, untuk menentukan kebijakan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, program CKG di Provinsi Banten telah menjangkau lebih dari 7 juta jiwa. Angka tersebut, jauh melampaui rata-rata nasional yang baru menyentuh 42 persen.
”Bahkan pesertanya hampir mencapai 8 juta orang. Di Banten, capaiannya sudah lebih dari 70 persen,” ungkapnya.
Dimyati mengatakan, meski partisipasi masyarakat sudah tergolong mayoritas, Pemprov Banten berkomitmen untuk terus mendongkrak capaian CKG melalui pemerataan pelayanan kesehatan.
Baca Juga: CKG Digencarkan, Muhibbin : Bentuk Kehadiran Negara Jaga Kesehatan Rakyat
Sebagai contoh, di wilayah Banten bagian utara akan terus dilakukan pemutakhiran teknologi kesehatan, sedangkan wilayah selatan difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana.
“Sehingga, seluruh masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal,” tabdadnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, Banten hanya berselisih sangat tipis dari peringkat pertama nasional, yakni Provinsi Gorontalo.
”Peringkat teratas capaian Program CKG di Indonesia adalah Provinsi Gorontalo. Selisih capaian kita sekitar 0,7 persen saja,” pungkasnya.
“Dengan selisih yang begitu kecil, Dinkes Banten terus termotivasi untuk mendorong masyarakat melakukan cek kesehatan dengan menerjunkan petugas secara langsung ke lapangan,” sambungnya. (adib)




















