SATELITNEWS.COM, SERANG- Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, mencatat kunjungan wisatawan dari Januari hingga September di kawasan wisata Anyer – Cinangka hampir mencapai 3,5 juta.
Kunjungan tersebut, dinilai cukup tinggi meski sebelumnya ada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, target kunjungan wisatawan ke dalam satu tahun 3,6 juta. Namun pihaknya optimis, target yang hanya tinggal 100 ribu lagi tercapai.
“Tingkat kunjungan wisata sih hampir mencapai target sekitar 3,5 juta dari target 3,6 juta, tinggal 100 ribu lagi, itu sudah termasuk wisatawan WNA ya yang mencapai 47 ribu,” ujar Anas, Selasa (6/10/2026).
Kata Anas, terdapat berbagai event yang akan diselenggarakan untuk menarik minat dari wisatawan berkunjung ke pantai Anyer Cinangka, salah satunya Festival Anyer Panarukan.
Event besar ini direncanakan segera dimulai pada 10 November hingga enam hari kedepan, dengan berbagai macam kegiatan yang akan dilaksanakan.
Baca Juga: Taat Bayar PBB, Pemkab Serang Undi 2 Tiket Umrah Untuk Warga
“Ini bagian dari ajang promosi wisata juga, agar wisatawan berminat datang ke pantai Anyer Cinangka, pelaksanaan festival di Anyer kita akan ajak Kang Nong untuk melakukan kegiatan promosi wisata,” tuturnya.
Terkait kondisi okupansi hotel pasca erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), diakui Anas okupansi hotel di kawasan Anyer – Cinangka memang sempat mengalami penurunan hingga menyentuh 50 persen, akibat para tamu banyak yang membatalkan pesanan hotelnya.
Namun kini banyak wisatawan yang kembali ke pantai Anyer Cinangka, membuat pesanan hotel kembali meningkat pasca erupsi GAK membuat okupansi hotel kini mencapai 90 persen.
“Alhamdulillah kelihatan ada peningkatan, dari informasi yang saya dapat kemarin okupansi hotel kini 80 sampai 90 persen. Tertinggi setelah erupsi GAK,” tambahnya.
Anas mengungkapkan, saat erupsi GAK terjadi ada salah satu hotel bintang lima sampat mengalami kerugian hingga Rp2 miliar, karena banyaknya tamu yang sudah memboking kamar dibatalkan.
Tetapi kini sudah kembali normal bahkan kerugian kemarin sudah tertutupi bahkan kembali untung, karena banyak wisatawan yang booking kamar untuk libur akhir pekan.
Baca Juga: Polisi dan Dishub Kabupaten Serang Tertibkan Kendaraan Tambang di Jawilan
“Ada satu hotel bintang lima mengalami kerugian hampir Rp2 miliar, karena banyak tamu yang cancel kamar. Tapi sekarang mereka sudah mulai membaik, sudah kembali untung,” pungkasnya. (sidik)




















