SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) segera melakukan pelebaran Simpang Asobirin Serpong, sebagai upaya mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi keluhan pengguna jalan, terutama pada jam sibuk aktivitas masyarakat.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel, Martha Lena mengatakan penanganan yang dilakukan bukan sekadar pelebaran jalan, melainkan perbaikan geometrik simpang agar arus kendaraan yang keluar-masuk kawasan Asobirin dapat mengalir lebih lancar.
“Yang kita perhatikan geometriknya nih, nanti akses yang masuk minimal tidak terlalu antre tertunda yang keluar masuk Asobirin,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (4/8).
Menurutnya, Dishub telah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk pemilik lahan di sekitar lokasi. Hasilnya, pelebaran simpang dapat segera direalisasikan setelah adanya kesepakatan penggunaan sebagian lahan.
“Segera dilakukan secepatnya. Kemarin kita sudah duduk bareng dengan pihak terkait yang pemilik lahan juga,” katanya.
Martha menjelaskan, perbaikan geometrik dilakukan bekerja sama dengan pihak yang bersedia meminjamkan sebagian lahannya kepada Pemerintah Kota Tangsel untuk kepentingan penataan simpang.
Baca Juga: U-Turn Rawabuntu Mulai Diuji Coba, Titik Bisa Berubah Tergantung Hasil Evaluasi 3 Hari
Dalam pekerjaan tersebut, mulut simpang yang semula memiliki lebar sekitar 7 meter akan diperluas menjadi sekitar 12,5 sampai 15 meter. Pelebaran difokuskan pada sisi kanan dari arah kendaraan yang masuk dari jalan utama, dengan total penambahan lebar sekitar 10 meter. Selain diperlebar, bentuk tikungan juga akan diubah agar lebih landai sehingga kendaraan tidak lagi harus berbelok
tajam.
“Jadi sisi kanan dan kiri. Tetapi lebih besar kanan arah kendaraan masuk dari jalan raya, total itu pelebaran mulut simpang sekitar 10 meter,” sebutnya.
Dishub optimistis perubahan desain simpang tersebut akan memberikan dampak nyata terhadap kelancaran lalu lintas.
“Untuk secara signifikan minimal dia mengalirkan, awalnya belokan itu lama karena tertahan, nanti smooth jadi lebih lancar. Pastinya berpengaruh. Tujuan pelebaran mulut simpang ini agar akses masuk tidak terlalu patah, dan mengurangi antrean,” ucapnya.
Selama ini Simpang Asobirin menjadi salah satu titik kemacetan di kawasan Serpong. Pada jam sibuk pagi, antrean kendaraan bahkan bisa mencapai sekitar 1,5 kilometer.
“Selama ini titik itu memang ada penumpukan. Jam pagi itu dia sampai 08.30 WIB lumayan macetnya. Macetnya itu sampai 1,5 kiloan pada jam sibuk 07.00 WIB sampai 08.30 WIB. Sore lebih landai tidak terlalu,” ungkapnya.
Baca Juga: Menteri PPPA Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Siswa di Tangsel
Sebelumnya, Dishub Tangsel juga sempat mengkaji penerapan sistem satu arah (one way) di kawasan tersebut. Namun, setelah dilakukan analisis, skema tersebut dinilai kurang efektif karena akan menambah jarak tempuh bagi pengguna jalan.
Karena itu, pemerintah memilih memperbaiki geometrik simpang sebagai solusi yang dinilai lebih efektif untuk mengurangi antrean kendaraan tanpa mengubah pola lalu lintas yang sudah ada.
Pelebaran mulut simpang ini diharapkan mampu memperlancar akses keluar-masuk kawasan Asobirin sekaligus mengurangi kemacetan. (eko)


















