SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Penantian Aning, istri Donal Husni belum berakhir sejak sang suami hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda pada, Senin (7/9/2026) lalu. Aning masih menyimpan harapan yang sama, Donal dapat ditemukan dalam kondisi apa pun.
Harapan itu diungkapkannya seusai pelaksanaan salat ghaib yang berlangsung di Komplek Ciater Permai, Jalan Anggrek Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (19/9) lalu. Keluarga, kerabat, warga dan rekan jurnalis berkumpul di kediaman Donal untuk menjalani salat ghaib sebagai bentuk doa dan penghormatan.
“Saya pastinya kepingin suami saya diketemukan dalam kondisi apa pun. Bismillah,” ucap Aning.
Pada kesempatan itu, Aning bercerita saat komunikasi terakhir yang dilakukan dengan sang suami. Bagi Aning, ada sesuatu yang terasa berbeda awalnya. Biasanya, setiap kali Donal menjalankan tugas liputan, terlebih ketika berada di lokasi bencana, ia selalu memberikan kabar kepada keluarga. Namun kali ini, pesan yang dikirim Aning tak kunjung mendapat balasan.
Ia masih mengingat jelas komunikasi terakhir dengan Donal. Sekitar pukul 09.20 WIB, Aning mencoba menghubungi suaminya melalui WhatsApp. Pesan tersebut hanya menunjukkan tanda centang satu.
Aning kemudian mencoba menelepon langsung melalui sambungan seluler. Namun, telepon tersebut tidak tersambung.
Baca Juga: Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel
“Saya panggil bang, itu sudah centang satu. Setelah saya whatsapp centang satu, saya langsung telepon seluler bukan whatsapp, itu sudah mailbox,” sebutnya.
Aning menyampaikan keberangkatan Donal ke kawasan Krakatau bermula pada Minggu (6/9/2026). Pagi itu, ia terlebih dahulu menjalankan tugas jurnalistik di Bandara Soekarno-Hatta. Aktivitas penerbangan ketika itu terdampak sebaran abu vulkanik. Donal berangkat sekitar pukul 07.00 WIB untuk meliput kondisi penerbangan.
“6 September, paginya dia ada liputan di Bandara Soekarno-Hatta karena semua penerangan cancel kan karena debu vulkanik,” kata Aning.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Donal sudah kembali ke rumah. Ia kemudian mengolah hasil liputannya sembari berkoordinasi dengan sejumlah rekannya mengenai rencana keberangkatan menuju kawasan Krakatau. Menurut Aning, Donal kemudian dijemput Arie Basuki, salah seorang jurnalis yang juga ikut dalam perjalanan tersebut.
“Jam 11 itu dia sudah sampai rumah lagi, dia edit hasil liputan di rumah, sambil dia koordinasi ingin berangkat ke Krakatau bersama Arie Basuki bersama teman-temannya, jam 2 itu dia dijemput lalu berangkat ke sana,” papar Aning.
Aning mengatakan, Donal tidak secara khusus menyampaikan berapa lama dirinya akan berada di lokasi. Namun, bagi keluarga, perjalanan jurnalistik tersebut merupakan bagian dari pekerjaan yang selama ini dijalani Donal.
Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat
Proses pencarian pun dilakukan setelah hilang kontaknya Donal dan rombongan di perairan Selat Sunda. Pencarian belum membuahkan hasil hingga operasi pencarian resmi dihentikan pada, Kamis (17/9).
Di tengah ketidakpastian tersebut, Aning menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pencarian Donal dan rekan-rekannya. Ia menyebut Tim SAR, Pemerintah Provinsi Banten, serta berbagai pihak lain yang hingga kini memberikan dukungan dalam proses pencarian.
“Saya juga mau berterima kasih untuk semua pihak yang selama ini sudah membantu kepada Tim SAR, Pemprov Banten, dan semua yang terlibat dalam upaya pencarian ini,” katanya.
Dengan nada tegas, Aning masih berharap adanya perkembangan baru yang dapat menjadi dasar untuk operasi pencarian kembali dibuka.
“Saya berharap segera didapatkan bukti untuk kembali dibuka pencarian kembali dan saya berharap semoga kondisi alam di Krakatau juga segera membaik, sehingga teman-teman atau warga di sana dapat kembali beraktivitas dan bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal,” harapnya.
Harapan serupa datang dari rekan Donal, Susanto. Ia mengenal Donal sebagai sosok yang aktif dan tidak ragu membantu rekan-rekannya ketika berada di lapangan.
“Saya kenal pribadi dia baik, lalu dia tidak segan untuk membantu di lapangan. Dia itu lincah,” sebutnya.
Menurut dia, Donal memiliki semangat dan daya juang yang kuat ketika menjalankan tugas di lapangan. Karena itu, Susanto masih menyimpan keyakinan bahwa Donal dan rekan-rekannya dapat ditemukan.
“Tapi saya yakin sih dia punya semangat juang yang tinggi lalu daya juang untuk survive di lapangan itu kuat. Makanya saya tuh masih berharap dia dan teman-teman masih ada,” ungkapnya.
Ketua RT setempat, Sandi Widodo mengatakan Donal dikenal aktif dalam berbagai kegiatan di lingkungan tempat tinggalnya.
“Iya pasti kami warga sangat merasa kehilangan, karena setiap ada acara dilingkungan itu beliau selalu aktif. Saya juga secara pribadi berterimakasih untuk rekan-rekan yang support Donal untuk melakukan pencarian,” jelasnya.
Sebagai informasi, sejumlah wartawan dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda pada Senin (7/9/2026) lalu. Saat itu, terdapat delapan orang di dalam sebuah speed boat. Mereka terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, serta seorang pemandu atau guide.
Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto alias Yudis dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance. Sementara tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Herianto yang bertugas sebagai pemandu. (eko)
















